Dinas PU Tana Toraja Kekurangan Alat Berat untuk Tangani Longsor

alatberat

Penanganan jalan yang tertimpa bencana tanah longsor di sejumlah wilayah di kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan mengalami hambatan. Sekretaris Dinas PU Tana Toraja, Nirus Nicolas mengatakan, hambatan yang dialami karena minimnya alat berat.

Nirus mengatakan, dalam satu bulan terakhir, sejumlah ruas jalan di kabupaten Tana Toraja tertimbun material longsor. Proses pembersihan material longsor dari badan jalan tidak bisa dilakukan dengan cara manual.

”Jumlah alat berat yang dimiliki Dinas PU Tana Toraja tidak sebanding dengan jumlah lokasi longsor. Untuk penanganan longsor, alat berat harus dimobilisasi dari titik longsor yang satu ke titik longsor lainnya,”katanya, seperti dikutip dari Sindonews.com.

Mobilisasi alat berat pun harus menunggu hingga pembersihan material longsor tuntas baru alat berat bisa dikerahkan untuk proses normalisasi pada ruas jalan yang longsor lainnya.

Kata dia, alat berat yang dimiliki Dinas PU hanya tiga unit eksavator. Satu unit kondisinya rusak karena tertimbun longsor saat berupaya membersihkan longsordi Desa Pali kecamatan Bittuang dua pekan lalu.

Satu unit eksavator disiagakan di kecamatan Simbuang guna mengantisipasi jika sewaktu-waktu bencana longsor melanda kecamatan Simbuang dan Mappak yang berada di bagian barat kabupaten Tana Toraja dan berbatasan langsung dengan kabupaten Mamasa provinsi Sulawesi Barat. (HAN)

Share this article