Saumlaki, indonesiatimur.co –
Guna mendukung pengelolaan arsip yang terintegrasi dan meningkatkan efisiensi dalam pelayanan publik di lingkungan instansi pemerintah, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar melaunching aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI).
Pasca launching, penggunaan aplikasi tersebut secara maksimal akan diterapkan di akhir bulan Juli 2025 mendatang pada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bumi Duan Lolat itu.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Kearsipan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Agustinus Wens Ohoitimur, kepada media ini di ruang kerjanya, Jumat (27/06/2025).
Dirinya berharap agar pasca dilaunchingnya aplikasi SRIKANDI tersebut, kemudian dapat menjadi atensi bersama untuk segera digunakan dan dimanfaatkan sebagai sarana pengelolaan arsip yang terintegrasi dan dapat meningkatkan efisiensi dalam melakukan pelayanan publik yang maksimal kepada masyarakat.
“Kita berharap selesai launching dan Bimtek semua selesai, paling lambat di akhir Juli mendatang SRIKANDI sudah bisa maksimal jalan di OPD masing-masing,“ ungkap Kabid Kearsipan ini.
Dijelaskan, SRIKANDI dikembangkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan telah ditetapkan sebagai bagian dari Infrastruktur Informasi Vital (IIV) di bidang administrasi pemerintahan. Aplikasi ini dirancang untuk memfasilitasi berbagai kegiatan kearsipan, seperti pembuatan, pengiriman, penyimpanan, dan penataan arsip, serta mendukung penandatanganan naskah dinas secara elektronik.
“Terkait dengan launching kemarin, merupakan tugas dan fungsi kami bidang kearsipan untuk bagaimana menjawab tuntutan kebutuhan ASN yang profesional dan efisiensi pembiayaan ATK dan lainnya, serta memperpendek rentang kendali administrasi,“ ujarnya.
Ia ungkapkan, biasanya pandangan umum tentang kearsipan dianggap mudah dan gampangan. Hal tersebut berakibat sehingga sesuai hasil evaluasi yang dilakukan pihaknya selama 2 tahun belakangan, semua OPD yang ada di Tanimbar dalam hal kearsipan berada di bawah nilai rata-rata.
“Secara kolektif, kinerja ASN di bidang kearsipan pada Kabupaten Kepulauan Tanimbar berada di bawah 20 persen. Itu data dari 2 tahun lalu dan kini telah naik di angka 50 persen,“ bebernya.
Untuk itu Bimtek hingga pelaksanaan launching SRIKANDI yang dilakukan pihaknya tersebut dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kemampuan sumber daya ASN dalam hal tata kelola dan penyelenggaraan kearsipan di wilayah KKT.
“Tiap OPD yang memanfaatkan SRIKANDI ini dan kami hanya sebagai leading sektor atau lembaga pembinaan untuk mengusahakan agar aplikasi ini bisa digunakan,“ imbuhnya. (it-03)

