Saparua, indonesiatimur.co – Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua turut berpartisipasi dalam kegiatan peresmian ketahanan pangan Nusakambangan dan penanaman pohon kelapa serentak yang digelar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan secara virtual bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Indonesia pada Selasa (09/09/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang ketahanan pangan nasional. Dalam rangkaian tersebut, jajaran Lapas Saparua melaksanakan penanaman sebanyak 60 anakan pohon kelapa di lingkungan sekitar Lapas Saparua yang dipantau langsung secara daring sebagai wujud dukungan nyata terhadap program nasional.
Penanaman dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Kelas III Saparua bersama jajaran kasubsi, staf, serta didampingi petugas pengamanan.
Rangkaian acara nasional dimulai dengan peresmian program ketahanan pangan Nusakambangan, penayangan video program, serta laporan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan Menteri Pertanian, kemudian sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peresmian sejumlah sarana pendukung. Puncak acara ditandai dengan penanaman pohon kelapa secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Lapas Saparua, yang menjadi simbol gerakan bersama menjaga keberlanjutan pangan nasional.
Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuadji Buamonabot, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi simbolis semata, melainkan bagian dari langkah nyata yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan.
“Penanaman 60 anakan pohon kelapa ini bukan hanya seremoni, melainkan sebuah investasi jangka panjang. Ke depan, hasilnya dapat mendukung ketersediaan pangan, memberikan manfaat lingkungan, sekaligus menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran pemasyarakatan yang telah berpartisipasi aktif.
“Kami berharap langkah serentak ini memperkuat komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai kemandirian, kebersamaan, dan keberlanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat maupun warga binaan,” ungkapnya.
Partisipasi Lapas Saparua dalam kegiatan ini menegaskan peran penting pemasyarakatan dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Dengan adanya penanaman 60 anakan pohon kelapa di lingkungan sekitar lapas, diharapkan tercipta kontribusi nyata yang tidak hanya berdampak bagi lingkungan sekitar, tetapi juga menjadi modal penting dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui program pembinaan yang berkesinambungan. (it-02)

