Lapas Saparua Gaungkan Zero Halinar, Integritas dan Ketertiban Jadi Prioritas

Saparua, indonesiatimur.co – Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua menggelar upacara penandatanganan komitmen Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba) sebagai bentuk penguatan integritas dan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, Senin (20/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Lapas Saparua tersebut dimulai pukul 09.00 WIT hingga selesai dan diikuti oleh Kepala Lapas Saparua Pramuaji Buamonabot, jajaran pimpinan, pegawai, peserta magang, petugas pengamanan, serta warga binaan. Turut hadir unsur eksternal sebagai saksi, yakni perwakilan Polsek Saparua yang diwakili Kasub Sektor Polsek Saparua Timur Ipda M. Ladoangin, Danramil Saparua Mayor Inf. Djunaidi, staf kesehatan Lapas Saparua Senly Matitale serta wartawan media online.

Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat, diawali dengan pembacaan komitmen bersama yang juga diikuti oleh warga binaan, dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi Zero Halinar oleh Kepala Lapas dan seluruh jajaran pimpinan. Penandatanganan tersebut menjadi simbol keseriusan seluruh elemen di Lapas Saparua dalam menolak segala bentuk pelanggaran, khususnya peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, serta praktik pungutan liar di dalam lingkungan lapas.

Penandatanganan komitmen Zero Halinar dilakukan langsung oleh Kepala Lapas bersama seluruh jajaran pimpinan Lapas Saparua, dengan disaksikan oleh pihak terkait sebagai bentuk penguatan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam amanatnya, Kepala Lapas Saparua Pramuaji Buamonabot menegaskan bahwa komitmen Zero Halinar merupakan hal yang tidak dapat ditawar. “Hari ini merupakan momentum penting yaitu pencanangan Zero Halinar, yang mana pencanangan ini bukan sekadar seremoni atau deklarasi di atas kertas semata, ini adalah harga mati bagi lapas kita. Saya tegaskan kembali instruksi dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan bahwa tidak ada ruang bagi peredaran HP ilegal, tidak ada pungli, dan tidak ada narkoba di dalam lapas ini,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh petugas untuk menjaga integritas serta tidak terlibat dalam pelanggaran. “Saya meminta kepada seluruh petugas untuk meningkatkan integritas, jangan pernah mencoba menjadi fasilitator. Jika ada petugas yang melanggar, saya akan tindak tegas sesuai peraturan disiplin pegawai. Kepada warga binaan, mari kita jadikan lapas ini sebagai ruang rehabilitasi, tempat memperbaiki diri, bukan untuk melanjutkan kejahatan,” lanjutnya.

Kalapas juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Ia berharap komitmen tersebut mampu mendukung terwujudnya 15 Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menuju Pemasyarakatan PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel.

Melalui penandatanganan komitmen Zero Halinar ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Saparua bersama warga binaan semakin memperkuat tekad dan konsistensi dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba, serta mampu mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berintegritas. (it-06)