Wahai, indonesiatimur.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai intensifkan program Perawatan Keliling (Perling) dengan menyisir langsung blok hunian, Kamis (23/04/2026). Kegiatan ini sebagai bentuk penguatan pelayanan prima serta deteksi dini gangguan kesehatan.
Langkah proaktif ini dilaksanakan oleh tim medis guna memastikan hak kesehatan Warga Binaan terpenuhi secara maksimal sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Program Perling tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memantau standar sanitasi serta mendeteksi dini potensi penyebaran penyakit di dalam kamar hunian.
Tenaga Medis Lapas Wahai, Fitri Rianti, menjelaskan bahwa kehadiran petugas di Tengah Warga Binaan bertujuan agar seluruh penghuni mendapatkan akses kesehatan yang setara. “Kami mendatangi tiap kamar untuk memeriksa tensi dan mendengar langsung keluhan fisik mereka. Pencegahan dini adalah kunci utama menjaga stabilitas kesehatan di lingkungan Lapas,” jelas Fitri.
Dalam kegiatan kali ini, petugas merespons cepat keluhan beberapa Warga Binaan yang mengalami gejala flu dan nyeri sendi pada lutut. Salah satu Warga Binaan, IN, menyampaikan apresiasinya atas layanan jemput bola tersebut.
“Sangat terbantu karena petugas langsung datang memberikan obat. Kami juga diberi edukasi untuk rutin melakukan peregangan fisik dan menjaga sirkulasi udara kamar agar tidak mudah sakit,” ungkapnya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan akan konsisten menjalankan program Perling. “Kami berkomitmen memetakan kondisi kesehatan dan sanitasi secara riil. Melalui edukasi pola hidup sehat ini, kami berharap suasana di dalam Lapas tetap produktif dan aman,” tegasnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menyebut langkah Lapas Wahai melalui program Perling merupakan implementasi pelayanan prima yang patut dicontoh.
“Pendekatan proaktif ini sangat krusial dalam deteksi dini penyakit di Lapas dan memastikan seluruh Warga Binaan mendapatkan hak kesehatan yang layak dan manusiawi,” tuturnya.
Melalui langkah ini, Lapas Wahai berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan maksimal serta mempererat komunikasi yang harmonis di lingkungan Pemasyarakatan. (it-06)

