![[foto: int]](https://indonesiatimur.co/intim/wp-content/uploads/2013/05/Pilkada10.jpg)
Seperti dilansir Pos Kupang, Senin (31/8/2015), para kandidat pasangan calon bupati dan wakil bupati bersama tim suksesnya tersebut lebih memilih model kampanye tersebut arena dianggap lebih efektif dan efisien ketimbang mengumpulkan warga dalam satu gedung atau lapangan terbuka.
Tentunya, untuk mengumpulkan warga dalam lapangan terbuka akan membutuhkan biaya besar, terutama mobilisasi massa dan konsumsi. Sedangkan dengan cara mendatangi langsung rumah warga, mendatangi kampung-kampung dan desa-desa lebih mendekatkan para kandidat dengan warga pemilihnya.
Selain itu, warga juga akan merasa terhormat didatangi calon pemimpin Sumba Barat, sekaligus mengenal langsung wajah sang pemimpin. Pasangan calon juga bisa langsung komunikasi penyampaian visi misi dan program pasangan calon bupati dan wakil bupati dengan rakyat pemilihnya.
KPU Sumbar telah menetapkan jadwal pelaksanaan kampanye sejak Jumat (28/8/2015) bersamaan deklarasi kampanye damai. (aK)
