Wahai, indonesiatimur.co — Menindaklanjuti instruksi langsung dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait temuan transaksi narkoba di Rutan Salemba yang menjadi perhatian nasional, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai bergerak cepat dengan melaksanakan sidak (inspeksi mendadak) gabungan pada tengah malam. Kegiatan dilakukan bersama Polsek Wahai dan Koramil 1502-05 Wahai, Sabtu (11/10/2025) pukul 00.00 WIT sebagai langkah konkret dalam memperkuat pengawasan dan menjaga integritas lingkungan pemasyarakatan.
Personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan ketat di seluruh blok hunian warga binaan. Proses sidak berlangsung dengan tertib, humanis, dan tetap mengedepankan prinsip keamanan.
Hasilnya, tidak ditemukan narkoba maupun handphone di dalam kamar warga binaan. Namun, petugas hanya menemukan 3 buah sendok stainless yang tidak sesuai peruntukan serta 1 buah botol parfum yang tidak terdaftar dalam inventaris barang warga binaan. Seluruh barang tersebut kemudian diamankan sebagai barang sitaan untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan bahwa sidak ini merupakan respon langsung atas instruksi pusat sekaligus wujud komitmen Lapas Wahai dalam menjaga lingkungan yang bersih dari narkoba dan barang terlarang. “Kami tidak ingin ada celah sekecil apa pun bagi peredaran narkoba di dalam lapas. Alhamdulillah, hasil sidak menunjukkan tidak ada narkoba ataupun handphone. Ini bukti bahwa pengawasan kami berjalan, dan kami akan terus memperketat langkah pencegahan,” tegasnya.
Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Usman Bakri, menegaskan bahwa sidak akan terus dilakukan secara berkala maupun mendadak.
“Barang-barang yang ditemukan memang bukan kategori berbahaya, namun tetap kami tindak karena tidak sesuai aturan. Ke depan, kami akan lebih detail dalam memeriksa barang bawaan warga binaan maupun pengunjung,” ujarnya.
Perwakilan Polsek Wahai, Aipda A. Sikdewa, mengapresiasi keterbukaan Lapas Wahai dalam menjalin sinergi. “Kami siap mendukung penuh Lapas Wahai. Stabilitas keamanan tidak hanya di luar, tapi juga di dalam lapas. Sidak seperti ini penting agar tidak ada ruang untuk praktik ilegal,” ujarnya.
Dari unsur TNI, Serka H. Baadia menyampaikan bahwa TNI akan selalu hadir untuk memastikan kondusifitas wilayah.
“Kami hadir sebagai wujud dukungan TNI dalam pembinaan warga binaan dan menjaga marwah institusi. Pencegahan lebih baik daripada penindakan,” ungkapnya.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas langkah cepat dan sinergis yang dilakukan Lapas Wahai.
“Instruksi Menteri harus dijalankan secara tegas. Lapas Wahai menjadi contoh positif karena langsung bergerak dan hasilnya bersih dari narkoba serta handphone. Ini menunjukkan integritas dan keseriusan dalam menjaga maruah Pemasyarakatan,” tegasnya.
Ricky juga menegaskan bahwa Kanwil akan terus melakukan monitoring dan memberikan dukungan penuh terhadap upaya pencegahan peredaran narkoba di lapas dan rutan se-Maluku.
Sidak gabungan kemudian dilanjutkan dengan Sidak Wartelsuspas, dari sidak tersebut tidak ditemukan hal-hal mencurigakan. (it-02)

