Hukum Maluku 

Upacara Hari Ibu di Lapas Saparua, Perempuan Didorong Berdaya dan Berkarya

Saparua, indonesiatimur.co – Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Kelas III Saparua melaksanakan upacara peringatan Hari Ibu di halaman upacara Lapas Saparua yang diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan, pegawai, CPNS, serta Peserta Magang Kementerian Ketenagakerjaan Batch II Tahun 2025 Lapas Saparua, Senin (22/12/2025).

Upacara peringatan Hari Ibu berlangsung dengan tertib dan khidmat. Amelya Puttileihalat bertindak sebagai pemimpin upacara , sementara Inspektur Upacara dijabat oleh Kepala Subseksi Pembinaan, Ellen D. Anakotta. Seluruh peserta upacara mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh disiplin dan penghormatan sebagai wujud apresiasi terhadap peran dan perjuangan perempuan Indonesia.
Susunan upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan dipimpin oleh Komandan Upacara.

Kegiatan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Inspektur Upacara, kemudian pembacaan Teks Pancasila oleh Inspektur Upacara yang diikuti oleh seluruh peserta upacara.
Rangkaian upacara selanjutnya dilanjutkan dengan pembacaan Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta pembacaan sejarah singkat Hari Ibu oleh Florianty Talakua. Dalam pembacaan tersebut disampaikan bahwa “Hari Ibu berakar dari Kongres Perempuan Indonesia pertama pada tahun 1928 sebagai tonggak lahirnya gerakan perempuan secara nasional.” Prosesi kemudian dilanjutkan dengan diperdengarkannya Hymne Hari Ibu yang diikuti dengan penuh penghayatan oleh seluruh peserta upacara.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa “Peringatan Hari Ibu ke-97 tahun ini juga menjadi ruang refleksi dan apresiasi bagi seluruh perempuan Indonesia, tanpa memandang latar belakang sosial, profesi, budaya, atau wilayah. Dari perempuan yang berkarya di daerah pesisir hingga mereka yang bekerja di perkotaan; dari perempuan pelaku UMKM, petani, buruh, tenaga kesehatan, dan pendidik, hingga mereka yang berkarya dalam pemerintahan, politik, olahraga, seni, dan teknologi. seluruhnya memiliki kontribusi nyata bagi bangsa.”

Lebih lanjut disampaikan bahwa perempuan Indonesia merupakan wajah ketangguhan bangsa yang senantiasa hadir dan berperan aktif baik di ruang domestik maupun publik. Di tengah tantangan digital dan perubahan zaman, perempuan Indonesia terus bekerja, berkarya, mencipta, merawat kehidupan, serta memastikan keberlangsungan generasi. Oleh karena itu, peran dan suara perempuan perlu menjadi landasan dalam perumusan kebijakan publik, strategi pembangunan, serta arah masa depan bangsa.

Amanat tersebut juga menekankan tema Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, yaitu “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045,” sebagai ajakan bersama untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak secara berkelanjutan. Upacara peringatan Hari Ibu di Lapas Saparua ditutup dengan diperdengarkannya Mars Hari Ibu yang menambah kekhidmatan seluruh rangkaian kegiatan.

Melalui pelaksanaan upacara ini, Lapas Saparua diharapkan dapat terus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran perempuan, memperkuat nilai kebersamaan, serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang adil, inklusif, dan berperspektif gender dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. (it-06)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.