Namlea, indonesiatimur.co – Masa Pemagangan Nasional Batch 2 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea memasuki babak akhir. Setelah 6 bulan, peserta magang Lapas Namlea melakukan sosialisasi terobosan inovasi sesuai dengan program dan profesi yang telah dijalani, Jumat (22/05/2026).
Disaksikan Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasbaessy, Kepala Subseksi Pembinaan, Mustapa La Abidin, dan Kepala Urusan Tata Usaha, Yullian H. Tomasoa, keenam peserta magang memaparkan sejumlah inovasi yang menyangkut program pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, keamanan dan ketertiban, hingga isu layanan kesehatan warga binaan.
Marasabessy mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan hasil dari proses belajar dan pengalaman kerja yang diterima selama masa magang.
“Inovasi yang mereka paparkan merupakan bukti dari pembelajaran dananalisis dilapangan yang mereka ambil. Dari setiap inovasi yang dijelaskan, seluruhnya sangat bagus dan memberikan manfaat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan khususnya dalam aspek pembinaan warga binaan,” ujar Marasabessy.
Ia mengharapkan terobosan kreatif dari peserta magang dapat berimplikasi pada program-program pembinaan di Lapas serta mengoptimalkan layanan pemasyarakatan.
“Isu-isu yang diangkat oleh rekan-rekan magang bisa menjadi bahan acuan bagi kita untuk terus mengevaluasi dan mengoptimalkan program yang kita laksanakan selama ini,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, keenam peserta magang memapakan inovasi mengenai optimalisasi pembinaan kepribadian melalui kegiatan pembelajaran buta aksara dan baca tulis Al-Qur’an, peningkatan potensi produk unggulan Minyak Kayu Putih Maju 86, optimalisasi layanan wartelsuspas, dan edukasi kesehatan serta pencegahan narkoba.
“Inovasi yang kami pilih salah satunya menyangkut produk khas Lapas Namlea yakni Minyak Kayu Putih Maju 86 dengan membuat wadah atau tempat yang menarik agar semakin diminati ketika dijual. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pihak luar terhadap salah satu produk kebanggaan Lapas Namlea ini,” tutur Risky Kurniawati, salah satu peserta magang. (it-06)

