Momen Harganas, Lapas Wahai Satukan Ayah dan Keluarga Lewat Kunjungan Khusus
Wahai, indonesiatimur.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai buka layanan kunjungan khusus bagi keluarga Warga Binaan memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 Tahun 2026, Senin (29/06/2026). Langkah inovatif ini diambil sebagai bentuk implementasi nyata dari tema Harganas tahun ini, yaitu ‘Ayah Wajib Hadir’.
Suasana haru sekaligus bahagia tampak menyelimuti area Aula Lapas Wahai. Sejumlah anak dan istri dari Warga Binaan memanfaatkan momen langka ini untuk melepas rindu, memeluk, dan berinteraksi langsung tanpa sekat yang kaku dengan sosok kepala keluarga mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan kegiatan ini bertujuan menjaga dan memperkuat ketahanan keluarga bagi para Warga Binaan, khususnya yang berstatus sebagai seorang ayah. Menurutnya, keterbatasan fisik oleh tembok Lapas tidak boleh memutus kedekatan emosional antara ayah dan anak.
“Melalui kunjungan khusus ini, kami ingin memberikan ruang bagi para Warga Binaan yang telah berstatus ayah untuk menunjukkan kehadiran mereka secara utuh sebagai kepala keluarga, memberikan nasihat, dan kasih sayang kepada anak-anaknya. Ini adalah motivasi psikologis yang sangat besar bagi mereka untuk mempercepat proses hijrah dan memperbaiki diri,” ujar Tersih.
Kegiatan ini selaras dengan semangat pembinaan kepribadian di Lapas Wahai. Dukungan dan kehadiran keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan reintegrasi sosial agar kelak saat bebas, Warga Binaan dapat langsung kembali berperan aktif sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab.
Jalannya kunjungan khusus ini berlangsung dengan aman, tertib, dan humanis, namun tetap menerapkan Standar Operasional Prosedur pengamanan. Antusiasme yang tinggi dari keluarga yang datang dari berbagai wilayah sekitar membuktikan betapa dinantikannya momen kehadiran seorang ayah di tengah-tengah mereka.
Salah satu Warga Binaan berinisial HBT tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Ia sangat bersyukur atas kebijakan yang diberikan pihak Lapas.
“Bisa memeluk anak dan mendengar ceritanya secara langsung hari ini membuat saya sadar bahwa saya harus menjadi ayah yang lebih baik dan segera pulang ke rumah setelah masa pidana saya selesai,” ungkap HBT haru.
Dengan terselenggaranya kunjungan khusus Harganas ini, Lapas Wahai membuktikan komitmennya bahwa Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada penegakan hukum dan keamanan semata, melainkan juga peduli terhadap aspek kemanusiaan dan keutuhan hubungan keluarga bagi Warga Binaan. (it-06)


