Hukum Maluku 

Lapas Wahai Teguhkan Mental Spiritual Warga Binaan Lewat Ibadah Buka Usbu

Wahai, indonesiatimur.co — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus perkuat pembinaan mental dan kerohanian bagi para Warga Binaan. Bertempat di Gereja Ebenhaezer, Senin (27/07/2026), Warga Binaan Kristen ikuti Ibadah Buka Usbu akhir bulan dengan khidmat dan penuh kedamaian sebagai fondasi spiritual dalam menjalani sisa masa pidana. Suasana ibadah Buka Usbu secara virtual dari Yayasan Cahaya Kasih ini berlangsung penuh kekhusyukan melalui puji-pujian, doa bersama, dan pembacaan firman Tuhan.

Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menegaskan pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar paling penting dalam proses perbaikan diri Warga Binaan. “Pembinaan kerohanian adalah fondasi utama dari seluruh rangkaian program pembinaan di Lapas. Kami ingin menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat sehingga para mereka memiliki benteng diri yang kokoh, serta siap menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat kelak,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para Warga Binaan. Salah satu Warga Binaan Kristiani berinisial JM mengungkapkan rasa syukur dan kedamaian yang ia rasakan setelah mengikuti ibadah pembuka pekan tersebut. “Ibadah ini memberikan kedamaian dan kekuatan baru bagi kami di sini. Kami sangat bersyukur karena Lapas Wahai selalu memfasilitasi kebutuhan pelayanan ibadah dengan baik. Momen Buka Usbu ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengevaluasi diri dan memohon bimbingan Tuhan dalam menjalani hari-hari mendatang,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan apresiasi dan komitmennya untuk terus mendukung pemenuhan hak-hak beribadah bagi seluruh Warga Binaan tanpa terkecuali. “Pemenuhan hak beribadah adalah kewajiban yang selalu kami prioritaskan baik untuk Warga Binaan Islam maupun Kristen yang ada disini. Ibadah Buka Usbu bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan momentum penting untuk membina karakter dan mental para Warga Binaan. Kami di Lapas Wahai akan terus mendukung penuh setiap kegiatan keagamaan sebagai bentuk nyata pelayanan dan pembinaan,” tegasnya.

Melalui pembinaan kerohanian berkesinambungan, Lapas Wahai berharap membentuk mentalitas Warga Binaan yang berakhlak mulia, bertobat, serta siap berkontribusi positif di tengah keluarga dan masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaannya. (it-06)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.