Hukum Maluku 

Rutan Ambon Perkuat Layanan Lansia, 11 Warga Binaan Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Ambon, indonesiatimur.co — Usia lanjut tidak menghapus hak untuk mendapatkan perhatian dan pelayanan kesehatan. Di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon, perhatian itu diwujudkan melalui Posyandu Lansia yang menyasar 11 warga binaan lanjut usia, Rabu (07/10/2026).

Kegiatan tersebut bukan sekadar pemeriksaan kesehatan rutin. Para warga binaan lansia juga mendapat edukasi mengenai cara menjaga kesehatan dan mencegah penyakit, salah satunya asam urat yang menjadi materi utama dalam penyuluhan.

Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, bersama Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadiran jajaran pimpinan sekaligus menegaskan dukungan terhadap pemenuhan hak kesehatan warga binaan, khususnya mereka yang membutuhkan pemantauan lebih intensif karena faktor usia.

Dokter Rutan Ambon, Edwina, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan pada kelompok lanjut usia perlu dipantau secara berkala. Pemeriksaan rutin dinilai penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mendeteksi potensi gangguan sejak dini.

“Pada usia lanjut, kondisi kesehatan perlu dipantau secara berkala. Melalui Posyandu Lansia ini, kami tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi agar para lansia dapat lebih memahami kondisi tubuhnya, menjaga pola makan, serta mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit,” jelas Edwina.

Setelah mendapatkan edukasi, satu per satu warga binaan menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan dokter dan perawat Rutan Ambon dengan dukungan peserta magang.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari pemantauan kondisi kesehatan warga binaan lansia secara berkala. Keluhan maupun kondisi kesehatan yang ditemukan dapat menjadi dasar untuk menentukan pelayanan dan tindak lanjut sesuai kebutuhan masing-masing.

Bagi Marzuki, salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan, perhatian tersebut memiliki arti tersendiri.

Ia mengaku senang karena dapat memeriksakan kondisi kesehatan sekaligus memperoleh penjelasan langsung dari dokter mengenai cara menjaga kesehatan di usia lanjut.

“Saya merasa senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Kami bisa memeriksakan kesehatan dan mendapatkan penjelasan dari dokter tentang bagaimana menjaga kesehatan di usia lanjut. Perhatian seperti ini sangat berarti bagi kami,” ungkap Marzuki.

Perhatian Rutan Ambon tidak berhenti pada pemeriksaan. Para peserta juga memperoleh tambahan asupan berupa susu, madu, vitamin, serta makanan dalam kemasan sebagai ekstra puding.

Pemberian tambahan asupan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan nutrisi warga binaan lansia selama menjalani masa tahanan dan pembinaan.

Meta Putra mengatakan, pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas Rutan. Karena itu, kelompok lansia mendapat perhatian khusus sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Posyandu Lansia ini merupakan bentuk perhatian Rutan Ambon terhadap kesehatan tahanan dan narapidana lanjut usia. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan pemeriksaan, edukasi, serta perhatian kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka selama berada di Rutan,” ujar Meta Putra.

Menurutnya, pelayanan tersebut perlu dilakukan secara konsisten. Selain pemeriksaan, pengetahuan mengenai pola hidup sehat juga menjadi bekal penting bagi warga binaan untuk menjaga kondisi tubuh dan mencegah penyakit.

“Selain pemeriksaan, edukasi kesehatan juga penting agar para lansia memahami bagaimana menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” lanjutnya.

Posyandu Lansia ini sekaligus memperlihatkan kolaborasi antara jajaran Rutan Ambon, dokter, perawat, dan peserta magang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warga binaan.

Di balik tembok Rutan, kelompok usia lanjut tetap membutuhkan ruang untuk mendapatkan perhatian, pemeriksaan, edukasi, dan dukungan nutrisi. Melalui kegiatan tersebut, Rutan Ambon berupaya memastikan pelayanan kesehatan tidak berhenti pada penanganan ketika sakit, tetapi juga bergerak pada pencegahan dan pemantauan secara berkelanjutan. (it-06)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.