Sudin : Data Impor Daging Tak Pernah Diberikan Kementan

JAKARTA, indonesiatimur.co. – Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian (Kementan) selama ini tidak pernah memberikan laporan terkait besaran kuota impor daging sapi kepada DPR.
“DPR tidak pernah menerima laporan dari Ditjen Peternakan Kementan mengenai besaran kuota impor daging sapi,” tutur Anggota Komisi IV DPR-RI, Sudin kepada www.indonesiatimur.co, Kamis (31/1) di Jakarta.
Dia menambahkan, selama ini Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan Kementan hanya bisa memberikan janji kalau diminta data kuota impor daging sapi tersebut.
“Ketika Komisi IV DPR-RI sebagai mitra Kementan minta data kuota impor daging sapi tersebut, Dirjen Peternakan Kementan mengatakan akan memberikannya. Tapi semua itu hanya janji yang tidak pernah ditepati,” katanya.
Politisi PDI-Perjuangan ini menambahkan, hingga saat ini, pemerintah melaporkan kalau stok daging nasional kurang, makanya perlu ada penambahan kuota untuk menutupi kekurangan tersebut.
“Pemerintah selalu mengatakan kalau kuotanya kurang. Itu berarti pemerintah tidak konsekuen untuk menghitung kuota daging sapi yang dibutuhkan,” tegas Sudin.
Bukan hanya itu, Sudin juga mengatakan, setiap kali rapat dengan Kementan, Komisi IV DPR sudah sering meminta data jumlah kuota, berapa banyak importir yang bertugas mengimpor kuota yang dibutuhkan, berapa jumlah daging yang diimpor dari masing-masing importir. Tetapi lanjut Sudin, semua data yang diharapkan Komisi IV DPR dari Kementan tidak pernah terealisasi.
“Kami (Komisi IV) sering minta data dari Dirjen. Kami juga pernah minta data bagaimana tender untuk impor tersebut, bagaimana prosedurnya. Tetapi semua itu tidak pernah diberikan Dirjen Peternakan Kementan,” imbuhnya.
Akibat tidak terbukanya Kementan terhadap Komisi IV DPR-RI, satu per satu kasus seperti ditahannya 118 kontainer daging sapi beku ilegal di pelabuhan Tanjung Priok pada Rahaman tahun lalu, kasus delapan ribu ekor sapi impor ilegal di lampung pada tahun lalu terungkap ke publik.
Sekarang, tambah Sudin, kasus dugaan suap impor daging sapi PT. Indoguna Utama juga terungkap dengan menyeret Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. “Patut dicurigai, pasti ada sesuatu yang terjadi pada impor daging tersebut,” katanya. [IVAN]

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon