Budaya Maluku 

Nyalakan Obor Pattimura, Wali Kota Ambon Ajak Warga Perangi Kemiskinan dan Kebodohan

Ambon, indonesiatimur.co – Semangat perjuangan Kapitan Pattimura kembali digaungkan di jantung Kota Ambon. Melalui pembukaan Pattimura Fest 2026, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengajak seluruh masyarakat menjadikan nilai-nilai kepahlawanan Pattimura sebagai energi kolektif untuk melawan kemiskinan, kebodohan, pengangguran, dan berbagai persoalan sosial yang masih membayangi kehidupan masyarakat.

Ajakan itu disampaikan saat membuka secara resmi Pattimura Fest 2026 yang berlangsung di depan Kantor Telkom Ambon, Jalan Pattimura, Kecamatan Sirimau, Jumat (15/05/2026). Pembukaan festival ditandai dengan penyalaan obor oleh Wali Kota sebagai simbol api perjuangan yang terus menyala dalam memperingati Hari Pahlawan Nasional Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura ke-209.

Di hadapan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan, Bodewin menegaskan bahwa peringatan Hari Pattimura tidak boleh berhenti pada seremoni dan penghormatan sejarah semata. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi ruang refleksi untuk menerjemahkan nilai perjuangan Pattimura ke dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, kami menyampaikan selamat memperingati Hari Pattimura ke-209. Kapitan Pattimura telah membuktikan pengorbanan luar biasa bagi bangsa dan negara. Semangat itu harus terus hidup dalam diri kita semua,” ujar Bodewin.

Ia kemudian mengingatkan kembali pesan legendaris Kapitan Pattimura sebelum menjalani hukuman gantung pada 16 Desember 1817, bahwa “Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi Pattimura-Pattimura muda akan bangkit.”

Menurutnya, pesan tersebut tetap relevan hingga saat ini. Generasi masa kini adalah Pattimura-Pattimura muda yang memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan melalui karya, inovasi, dan pengabdian bagi masyarakat.

“Kitalah Pattimura muda hari ini. Mari bersama-sama melawan kemiskinan, kebodohan, pengangguran, dan berbagai persoalan sosial lainnya. Semangat perjuangan itu harus kita wujudkan dalam tugas, fungsi, dan peran kita masing-masing,” tegasnya.

Selain mengajak masyarakat memperkuat kualitas sumber daya manusia, Wali Kota juga menyerukan kepedulian terhadap lingkungan. Ia menilai pembangunan kota yang maju harus berjalan seiring dengan kesadaran menjaga kebersihan, mengatasi persoalan sampah, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Bodewin menegaskan bahwa Pattimura Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa pahlawan, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan memperkuat identitas budaya Kota Ambon sebagai salah satu pusat kebudayaan di Indonesia Timur.

“Festival ini harus memberi dampak nyata, tidak hanya dalam menjaga warisan budaya, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan menjadi daya tarik wisata berbasis budaya di Kota Ambon,” katanya.

Pattimura Fest 2026 menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan HUT ke-451 Kota Ambon. Melalui festival ini, Pemerintah Kota Ambon ingin memastikan bahwa semangat perjuangan Kapitan Pattimura tidak hanya dikenang dalam sejarah, tetapi terus hidup sebagai inspirasi untuk membangun masyarakat yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Dengan obor perjuangan yang kembali dinyalakan, Ambon mengirim pesan kuat bahwa perjuangan masa kini bukan lagi melawan penjajahan, melainkan melawan kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan, dan berbagai tantangan pembangunan demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat. (it-02)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.