Rutan Ambon Kembangkan 61 Bibit Ayam Petelur, Siapkan Bekal Kemandirian Warga Binaan
Ambon, indonesiatimur.co – Dari balik tembok rumah tahanan, peluang untuk belajar dan membangun masa depan tetap terbuka. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon mulai mengembangkan budidaya ayam petelur dengan memanfaatkan 61 bibit ayam sebagai bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus upaya mendukung ketahanan pangan, Senin (19/10/2026).
Program ini tidak sekadar diarahkan untuk menghasilkan telur, tetapi juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk mempelajari keterampilan peternakan yang berpotensi dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diperkenalkan pada proses pemeliharaan ayam, mulai dari pemberian pakan, perawatan ternak, hingga menjaga kebersihan kandang. Keterampilan itu diharapkan tumbuh bersama sikap disiplin, ketekunan, dan tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan produktif.
Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, mengatakan pengembangan budidaya ayam petelur merupakan salah satu upaya menghadirkan program pembinaan yang memiliki manfaat nyata dan berkelanjutan.
“Melalui pengembangan budidaya ayam petelur ini, kami berharap dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan. Kami ingin program pembinaan yang dilaksanakan di Rutan Ambon memiliki manfaat nyata, sehingga warga binaan dapat memperoleh pengalaman dan bekal untuk menjadi lebih mandiri ke depannya,” ungkap Meta.
Menurutnya, pembinaan kemandirian perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan pengalaman langsung, sehingga warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan masa pidana.
Bangun Keterampilan Lewat Peternakan
Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Rutan Ambon, Ode Ena, menjelaskan bahwa pemeliharaan 61 bibit ayam petelur menjadi langkah awal untuk mengembangkan kegiatan peternakan yang produktif di lingkungan Rutan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan budidaya membutuhkan perawatan secara rutin, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam menjaga kondisi ternak.
“Budidaya ayam petelur ini menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk mempelajari keterampilan baru di bidang peternakan. Dalam prosesnya, diperlukan kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab agar ayam dapat dipelihara dengan baik. Kami berharap kegiatan ini dapat berkembang dan memberikan manfaat, baik dalam mendukung ketahanan pangan maupun sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan,” jelas Ode.
Salah satu warga binaan, Domy, menyambut positif program tersebut. Ia menilai kegiatan budidaya ayam petelur memberinya kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru sekaligus mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat.
“Saya senang dengan adanya kegiatan budidaya ayam petelur ini karena kami bisa belajar cara merawat dan memelihara ayam dengan baik. Dari kegiatan ini, kami juga belajar untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab. Harapannya, keterampilan yang kami dapatkan bisa berguna ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkap Domy.
Berpotensi Dukung Ketahanan Pangan
Selain menjadi sarana pembinaan, pengembangan ayam petelur juga memiliki potensi mendukung penyediaan sumber pangan di lingkungan Rutan Ambon. Namun, pemanfaatan hasilnya masih bergantung pada pertumbuhan ayam, keberhasilan pemeliharaan, dan waktu ayam memasuki masa produksi telur.
Karena itu, pengelolaan yang baik dan berkelanjutan menjadi faktor penting agar program tersebut dapat berkembang dan memberikan hasil sesuai harapan.
Rutan Ambon berupaya menjadikan budidaya ayam petelur sebagai bagian dari pembinaan yang menghubungkan keterampilan praktis dengan pembentukan karakter. Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan memiliki pengalaman, semangat produktivitas, dan bekal kemandirian untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
Dengan dimulainya pemeliharaan 61 bibit ayam petelur, Rutan Ambon membuka peluang pengembangan kegiatan peternakan yang tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada proses pembelajaran dan kesiapan warga binaan membangun masa depan secara mandiri. (it-06)

