Hukum Nasional 

Human Traficking di Asia Timur, Indonesia Ada di Posisi Pertama

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Direktur Perlindungan Sosial Korban Tindak Kekerasan dan Pekerja Migran Kementerian Sosial (Kemensos) Indonesia, Akifah Elansary mengatakan bahwa jumlah kasus perdagangan manusia (human trafficking) warga negara Indonesia (WNI) tercatat paling tinggi di Asia Timur.

Menurutnya, ada lebih dari 20 ribu kasus kasus human trafficking WNI di Malaysia ditangani selama tahun 2014. Jumlah tersebut adalah rekor yang pernah dicapai karena sebelumnya tidak mencapai jumlah seperti itu.

“Itu belum ditambah dengan korban di Yordania, Turki, hingga Suriah. Makanya, kasus human trafficking Indonesia tertinggi se-Asia Timur,” katanya seperti dilansir Republika, Kamis (16/4).

Beberapa tempat terbanyak yang menjadi pintu human trafficking diantaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan DKI Jakarta.

“Kasus ini terjadi karena usaha untuk mencegah perdagangan manusia tidak pernah berjalan maksimal,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, latar belakang pendidikan yang rendah dan hidup di pelosok juga menjadi penyebab mudahnya mereka terayu dengan iming-iming kesuksesan.

“Mereka diiming-imingi calo pelaku trafficking mendapat pekerjaan yang baik, seperti bekerja di salon,” jelasnya.

Dia meminta Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan TKI (BNP2TKI) terus memberikan perhatian lebih termasuk perlindungan pra penempatan.

“Regulasinya sudah bagus, tinggal implementasinya,” tuturnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon