Terhambat Akses Telekomunikasi, Tiga Bupati di Maluku Susah Dihubungi

[foto: int]
[foto: int]
Maluku – Akses telekomunikasi di provinsi Maluku masih belum merata terutama di wilayah terluar. Akibatnya, komunikasi dengan wilayah – wilayah tersebut termasuk komunikasi dengan kepala daerahnya sulit dilakukan.

Gubernur Maluku, Said Assagaff mengatakan bahwa ada beberapa bupati yang susah dihubungi akibat akses telekomonikasi. Mereka adalah Bupati Maluku Barat Daya (MBD) Barnabas Orno, Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) Bitto Zilvester Temmar dan Plt Bupati Kepulauan Aru Abraham Gainau.

“Akses komunikasi menjadi penyebabnya. Jika ada hal penting untuk dikoordinasikan, selalu sulit disampaikan secepatnya,” kata Gubernur seperti dilansir FajarOnline, 16/04/15.

Oleh karenanya, kata Gubernur, Pemprov akan memperjuangan pembangunan jaringan telekomunikasi untuk wilayah-wilayah terluar di Maluku ke pemerintah pusat. Jika anggaran pengembangan komunikasi dibebankan dari APBD maka jumlahnya tidak akan cukup.

“APBD Maluku hanya Rp2,3 Trilyun, yangmana Rp1,5 Triliun adalah bantuan pempus, sedangkan Rp800 milyar adalah pendapatan asli daerah (PAD),” terangnya.

Menurut Gubernur, masalah komunikasi hanya jadi keluhan tanpa ada penyelesaian. Bahkan, dia mengaku telah menyampaikan masalah ini dalam pertemuan dengan komisi X DPR-RI.

“Saya katakan jika anggaran yang ada saat ini tetap begitu, maka Maluku akan tetap tertinggal, kita tidak maju,” jelas Assagaff. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!