Hukum Papua 

BNPT: Pihak Asing Ikut ‘Mainkan’ Kasus Tolikara

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta— Staf Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Wawan Purwanto mengungkapkan bahwa permasalahan di Tolikara cukup multikompleks. Selain ada dugaan kelompok pro kemerdekaan, juga ada peran kekuatan asing yang ‘bermain’ dalam peristiwa tersebut.

“Ada sinyalemen ada keterlibatan asing yang notabene melakukan kerjasama secara tertutup dengan sejumlah elemen yang ada di Tolikara,” kata Wawan seperti dilansir VOAIndonesia, 22/07.

Menurutnya, ada unsur perencanaan yang diatur sedemikian rupa sebelum insiden Tolikara itu terjadi.

“Ada banyak pihak yang ikut terlibat didalam penyerangan. Tentu ini sudah ada unsur perencanaan karena ada pergerakan massa yang jumlahnya signifikan,” jelasnya.

Apalagi, kata Wawan, dari sejumlah saksi menyebutkan bahwa para penyerang pelaksanaan sholat Idul Fitri itu mayoritas berasal dari luar wilayah Tolikara.

“Dari 150 menjadi sekitar 2.000 an orang. Bahwa mereka yang hadir bukan masyarakat sekitar Tolikara. Karena banyak yang tidak dikenal atau tidak familiar, sehingga menimbulkan dugaan bahwa ada yang merencanakan untuk itu jauh-jauh hari,” jelasnya.

Diketahui, Insiden pembubaran pelaksanaan sholat Idul Fitri Jum’at (17/7) di Tolikara Papua dipicu oleh adanya surat himbauan yang diduga dikeluarkan oleh kelompok Gereja Injil di Indonesia (GIDI). Dalam surat itu GIDI meminta agar umat muslim di Tolikara tidak melakukan sholat Idul Fitri karena pada saat yang bersamaan kelompok ini menyelenggarakan Seminar Kebaktian Kebangunan Rohani yang dihadiri para pemuka agama Kristen dari dalam dan luar negeri. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.