Hukum Sulawesi Tenggara 

Prajurit Yonif 725/Woroagi Siap Dikirim ke Perbatasan

[foto: int]
[foto: int]
Kendari Prajurit Yonif 725/Woroagi ditugaskan sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia (RI)-Republik Demokrasi Timur Leste (RDTL).

“Kemampuan prajurit 725 yang saya lihat ini lebih bersemangat dan enerjik,” kata Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Mayjen TNI Fransen G. Siahaan saat memantau kesiapan prajurit, seperti dilansir kendarinews, 03/09.

Kunjungan Asops kali ini didampingi langsung  Pangdam VII/Wirabuana, Mayjend TNI Bachtiar. Kemudian, disambut langsung Komandan Batalyon (Danyon) 725, Mayor (Inf) Nurman Syahreda beserta para personilnya.

“Saya yakin kemampuan batalyon tidak kalah dengan lainnya,” tutur Fransen G. Siahaan.

Fransen mengaku jika TNI hanya mengamankan perbatasan dan selebihnya akan diselesaikan secara diplomatik.

“Kita akan fokuskan menjaga tapal batas agar tidak bergeser,” jelasnya

Sementara itu, perihal ada warga Republik Demokrasi Timur Leste (RDTL) yang masuk ke perbatasan Indosesia dan bercocok tanam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Fransen tidak menjelaskannya.

“Saya kira itu para pelintas ,” ucapnya. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.