Budaya Nasional 

Dekranasda MTB Ikut Kriyanusa 2018

Jakarta, indonesiatimur.co – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTN), yang dipimpin Joice Fatlolon selaku ketua, turut terlibat langsung dalam ajang pameran Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang dikemas dalam ajang Kriyanusa 2018 dan fashion show kain tenun ikat, yang berpusat di Jakarta Convention Center (JCC), 27-30 September.
Pada kesempatan itu, Dekranasda MTB menampilkan 20 rancangan busana kekinian dari kain tenun ikat khas Tanimbar.

20 rancangan busana tersebut, 10 busana merupakan karya perancang ibu kota yakni Sofie, dan 10 busana merupakan hasil tancangan Ketua Dekranasda MTB Joice Fatlolon dan Kadis Perindag MTB Ety Werembinan.

Advertisements

Ketua Dekranasda MTB yang juga adalah istri Bupati MTB, Joice Fatlolon, kepada media menjelakan bahwa tenun ikat ini tidak terbatas hanya pada kabupaten MTB semata, melainkan di daerah lain di Indonesia, yang memiliki coraknya masing-masing. Dengan demikian, harus ditingkatkan dari sisi kualitas, agar tidak kalah bersaing dengan daerah lain.

“Dulu kain tenun kita kaku dan panas kalau dijadikan pakaian. Untuk itu harus dirubah agar lebih ringan dan nyaman ketika diolah menjadi suatu produk jadi. Kita fokus ke kualitasnya,”tandasnya usai acara fashion show d JCC Senayan, Sabtu (29/9).

Salah satu produk unggulan tenun Ikat Tanimbar di pamerkan pada fashion show,menurut Joice, membuat nuansa baru bagi pengrajin tenun Tanimbar. Apalagi dengan adanya sentuhan desainer Sofie, membuat tenun Tanimbar menjadi busana yang sangat elegan dan santai.
“Ada banyak hal yang inggin dilakukannya untuk memajukan MTB dari sisi pengrajin tenun ikat tanimbar. Untuk itu, sekembalinnya ke daerah usai mengikuti ajang ini, kami akan mempersiapkan pembentukan badan pengurus Dekranasda MTB. Yang tentunya disesuaikan dengan pembentukan Dekranasda di tingkat Provinsi Maluku,”ungkapnya.

Dikatakannya, saat ini kantor Dekranasda sedang disiapkan. Nantinya di gedung itu akan disiapkan juga toko oleh-oleh khas Tanimbar. “Kami akan membuat semacam showroom, mengingat sudah 48 motif yang sudah kita patenkan, dan akan dipajang dalam showroom it, “jelasnya.

Pada pameran di JCC, stand Dekranasda Tanimbar, memamerkan jenis kain tenun berbagai corak, pahatan patung dari Desa Tumbur, tempat tisue, penutup gelas, dasi dan sepatu yang semuanya terbuat dari kain tenun ikat khas Tanimbar. Karena keunikannya , stand Dekranasda Tanimbar ini di kunjungi oleh Ketua Dekranas Ny. Mufidah Jusuf Kalla.

“Tadi Ibu Mufidah ingin membeli beberapa produk yang kami pamerkan. Namun sebagai penghormatan kepada beliau, kami memberikan produk itu, seperti kain tenun, syal, perahu kayu dari Tumbur dan lainnya,” jelas Joice.

Sementara itu, Ketua Umum Dekranas Ibu Mufidah Jusuf Kalla mengatakan keberagaman kebudayaan Indonesia menjadi Inspirasi bagi produk kerajinan Indonesia.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus menjaga, mengali, mengembangkan dan sekaligus memperkaya kualitas produk kerajinan Indonesia yang bersumber dari seni budaya Indonesia,” kata Ibu Mufidah Jusuf Kalla bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat membuka pameran Kriyanusa 2018.

Dikatakannya, identitas tradisional memang harus terus dipertahankan, dan hal ini jangan jadi pengekang untuk berkreasi, kreatif, inovasi dan teknologi. Perlu ditingkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia agar kehadiran nuasa warisan budaya harmoni dengan kekinian, sehingga produk kerajinan menjadi produk yang sangat diminati dan memiliki daya saing yang tinggi di pasar global.

“Dekranas dan Dekranasda serta Instansi terkait telah melakukan upaya pembinaan dan pengembangan produk kerajinan untuk meningkatkan daya saingnya,” jelasnya.

Kegiatan pameran dan fashion show ini merupakan rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional Dekranas yang berlangsung di lantai 16 Kementrian Pertahanan dan Keamanan RI, dari tanggal 27-30 September kemarin. (it-01)

Comments

comments

Terkait

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.