Yasinan Rutin di Lapas Wahai Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan
Wahai, indonesiatimir.co — Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai melaksanakan kegiatan yasinan dan doa bersama secara rutin setiap malam Jumat sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid At-Taubah Lapas tersebut berlangsung tertib dan khusyuk, Kamis (22/01/2026) malam.
Rutinitas pembacaan Surah Yasin ini menjadi salah satu sarana pembinaan mental dan spiritual bagi Warga Binaan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama menjalani masa pidana.
Salah satu Warga Binaan berinisial SA menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan tersebut memberikan dampak positif bagi dirinya.
“Pembacaan Yasin ini memberikan ketenangan dan motivasi bagi kami untuk memperbaiki diri selama menjalani pembinaan di Lapas,” ujar SA.
Ketua Majelis Ta’lim Lapas Wahai yang juga menjabat sebagai Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi, La Joi, menjelaskan bahwa melalui kegiatan tersebut pihaknya berupaya menanamkan nilai-nilai keagamaan dan akhlak mulia.
“Yasinan dan doa bersama ini menjadi media pembinaan akhlak serta penguatan nilai keagamaan agar Warga Binaan memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan prioritas dalam program pembinaan di Lapas.
“Kegiatan ini merupakan sarana pembinaan mental dan spiritual agar Warga Binaan muslim dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Tersih. Ia menambahkan bahwa pembinaan kepribadian bidang kerohanian baik Islam maupun Kristen dilaksanakan secara berkelanjutan untuk membentuk pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pembinaan keagamaan di Lapas Wahai.
“Pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian Warga Binaan. Dengan iman dan ketakwaan yang kuat, mereka diharapkan dapat mengalami perubahan perilaku positif dan siap kembali ke masyarakat,” ungkap Ricky.
Lapas Wahai berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan keagamaan sebagai bagian dari pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan, pembentukan karakter, serta persiapan Warga Binaan menuju reintegrasi sosial. (it-02)

