KADIS PARIWISATA MALUKU: WEDDING EXHIBITION SWISS-BELHOTEL JADI MOMENTUM BANGUN EKOSISTEM PARIWISATA
Ambon, indonesiatimur.co — Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan komitmennya menjadikan sektor pariwisata sebagai tulang punggung pembangunan daerah, dengan mendorong kolaborasi lintas pelaku industri. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Maluku dalam sambutannya pada ajang wedding exhibition di Swiss-Belhotel Ambon, Rabu (08/04/2026).
Dalam suasana penuh keakraban, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi pernikahan, tetapi juga wadah memperkuat jejaring pelaku industri pariwisata di Maluku.
“Kita tidak bisa lagi membangun pariwisata secara parsial. Ke depan, harus berbasis ekosistem yang kuat, melibatkan semua pihak,” tegasnya.
Pariwisata Jadi Urat Nadi Pembangunan
Ia menjelaskan bahwa arah kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Hendrik Lewerissa menempatkan pariwisata sebagai sektor unggulan dan urat nadi pembangunan ekonomi daerah.
Namun, pengembangan tersebut harus tetap mengedepankan keseimbangan antara modernisasi dan kearifan lokal.
“Kita harus bangun pariwisata dengan hati. Tidak hanya mengejar kunjungan wisatawan, tetapi juga membangun identitas dan budaya Maluku,” ujarnya.
Bangun Jejaring, Tinggalkan Pendekatan Parsial
Kepala Dinas mengakui, selama ini pembangunan pariwisata di Maluku masih bersifat inkremental. Karena itu, pihaknya mulai membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha hotel, asosiasi perjalanan wisata, hingga komunitas diving.
Langkah ini dilakukan untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Ia juga mencontohkan pengembangan destinasi wisata selam di kawasan Latuhalat yang melibatkan investasi asing, namun tetap memberdayakan tenaga kerja lokal.
“Tercatat ada 23 tenaga kerja lokal yang dilibatkan tanpa tenaga asing. Ini bukti bahwa pariwisata bisa tumbuh dengan kekuatan masyarakat sendiri,” ungkapnya.
Wedding Exhibition Jadi Penggerak Ekonomi
Kegiatan wedding exhibition yang telah berlangsung selama beberapa tahun ini dinilai memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Selain membantu calon pengantin mendapatkan layanan dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM dan vendor lokal.
“Kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus saling terhubung agar memberi dampak ekonomi yang luas,” katanya.
Ajakan Cintai Maluku
Dalam penutup sambutannya, Kepala Dinas mengajak seluruh masyarakat, termasuk pendatang, untuk mencintai Maluku dengan tulus dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Siapa pun yang datang dan tinggal di Maluku adalah orang Maluku. Mari kita bangun daerah ini bersama-sama dengan hati yang tulus,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat memberi ruang kepada pemerintah daerah untuk bekerja dan menjalankan program pembangunan, seraya tetap memberikan masukan secara konstruktif.
Kegiatan wedding exhibition ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda promosi, tetapi juga momentum kebangkitan industri pariwisata Maluku yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (it-02)


