Lapas Piru Kompak Lawan Halinar, Ikrar Bersama Disaksikan TNI-Polri
Piru, indonesiatimur.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru tegaskan komitmen berantas peredaran handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar) melalui Ikrar Zero Halinar, Senin (20/04/2026) di lapangan upacara Lapas Piru. Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Danramil 1513-01 Piru, N. Slarmanat, dan perwakilan dari Polsek Piru, W. Suat sebagai bentuk sinergi dan penguatan pengawasan lintas instansi.
Ikrar Zero Halinar dibacakan secara bersama-sama oleh petugas dan Warga Binaan, mencerminkan keseriusan seluruh elemen di dalam Lapas Piru dalam mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari pelanggaran.
Sebagai bentuk penguatan komitmen, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi Zero Halinar oleh seluruh pejabat struktural dan Kepala Lapas Piru. Penandatanganan tersebut turut disaksikan serta ditandatangani oleh Danramil 1513-01 Piru dan perwakilan Polsek Piru sebagai saksi.
Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, dalam arahannya menegaskan bahwa komitmen Zero Halinar bukan sekadar seremonial, melainkan harus menjadi budaya kerja yang dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh jajaran.
“Zero Halinar adalah harga mati. Tidak boleh ada toleransi terhadap peredaran handphone ilegal, pungli, maupun narkoba di dalam Lapas. Ini adalah komitmen bersama yang harus dijaga dengan integritas dan pengawasan berkelanjutan,” tegas Hery.
Sementara itu, Danramil 1513-01 Piru, menyampaikan dukungannya terhadap langkah tegas yang dilakukan Lapas Piru dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan tertib.
“Kami dari TNI siap mendukung penuh upaya Lapas Piru dalam memberantas Halinar. Sinergi antaraparat penegak hukum menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar N. Slarmanat.
Senada dengan itu, perwakilan dari Polsek Piru, juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pengawasan dan pencegahan berbagai potensi pelanggaran di dalam Lapas.
“Kami akan terus bersinergi dengan pihak Lapas untuk memastikan tidak adanya celah bagi peredaran barang terlarang. Komitmen ini harus dijaga bersama,” tutur W. Suat.
Dari sisi Warga Binaan, dukungan terhadap pelaksanaan Zero Halinar juga disampaikan oleh salah satu Warga Binaan, B. Ia mengaku siap mendukung penuh kebijakan tersebut demi terciptanya lingkungan yang lebih baik.
“Kami sebagai Warga Binaan juga ingin berubah dan menjalani pembinaan dengan baik. Dengan adanya komitmen ini, kami berharap suasana di dalam Lapas menjadi lebih aman dan kondusif,” tandasnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Piru wujudkan Pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas, sekaligus perkuat sinergi dengan aparat penegak hukum. (it-06)

