Opini 

Kartini Belum Usai: Dari Gelap ke Terang, Menuju Kepemimpinan Perempuan Indonesia

Oleh: Safitri Malik Soulisa (Anggota DPRD Maluku Periode 2014-2019, Bupati Buru Selatan periode 2021-2025)

 

Nama Raden Ajeng Kartini tidak pernah benar-benar menjadi masa lalu. Ia bukan sekadar tokoh sejarah yang dikenang setiap 21 April, melainkan gagasan hidup yang terus bergerak, bertransformasi, dan menemukan bentuk barunya dalam wajah perempuan Indonesia hari ini.

Kartini pernah menulis tentang kegelisahan, tentang keterbatasan ruang gerak perempuan, tentang harapan akan pendidikan dan kebebasan berpikir. Apa yang dahulu tampak seperti mimpi, kini menjelma menjadi realitas yang terus berkembang—meski belum sepenuhnya selesai.

Dari Surat ke Aksi Nyata

Gagasan Kartini tentang pendidikan perempuan kini telah menjelma menjadi fondasi penting dalam kehidupan berbangsa. Perempuan Indonesia tidak lagi berada di pinggir ruang sosial. Mereka hadir sebagai akademisi, jurnalis, pengusaha, aktivis, hingga pemimpin.

Jika Kartini dahulu berjuang melalui surat-suratnya yang kemudian dibukukan dalam Habis Gelap Terbitlah Terang, maka perempuan masa kini berjuang melalui karya, inovasi, dan kepemimpinan nyata di berbagai sektor.

Di ruang-ruang redaksi, perempuan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi penentu arah narasi. Di sektor ekonomi, mereka menjadi motor UMKM, penggerak ekonomi lokal hingga nasional. Di dunia pendidikan, mereka mencetak generasi masa depan dengan perspektif yang lebih inklusif.

Kepemimpinan Perempuan: Dari Mimpi ke Kenyataan

Salah satu lompatan besar dari perjuangan Kartini adalah terbukanya jalan bagi perempuan untuk memimpin. Indonesia telah mencatat sejarah dengan hadirnya perempuan sebagai kepala negara, seperti Megawati Soekarnoputri yang menjadi simbol bahwa batas-batas itu bisa ditembus.

Di tingkat daerah, semakin banyak perempuan yang memimpin sebagai gubernur, wali kota, hingga bupati. Mereka hadir bukan sekadar sebagai representasi, tetapi sebagai aktor utama dalam pengambilan kebijakan publik.

Fenomena ini menunjukkan bahwa perjuangan Kartini tidak berhenti pada kesetaraan akses, tetapi telah bergerak menuju kesetaraan pengaruh.

Perempuan di Semua Lini

Hari ini, perempuan Indonesia hadir di hampir seluruh lini kehidupan:

Politik dan pemerintahan: menjadi legislator, kepala daerah, hingga menteri

Ekonomi: pengusaha, pelaku industri kreatif, penggerak UMKM

Media dan jurnalisme: penjaga demokrasi melalui informasi

Pendidikan dan riset: ilmuwan, dosen, inovator

Sosial dan budaya: aktivis, pegiat komunitas, penjaga nilai-nilai lokal

Di banyak daerah, termasuk wilayah timur Indonesia, perempuan mulai mengambil peran strategis dalam pembangunan—meski masih menghadapi tantangan struktural dan kultural.

Tantangan yang Belum Usai

Namun, seperti yang pernah disadari Kartini, perubahan tidak selalu berjalan lurus. Ketimpangan masih ada: akses pendidikan yang belum merata, stereotip gender, hingga hambatan dalam dunia kerja dan politik.

Perempuan sering kali masih harus bekerja dua kali lebih keras untuk mendapatkan pengakuan yang sama. Representasi belum selalu berbanding lurus dengan kekuasaan yang sesungguhnya.

Di sinilah relevansi Kartini tetap terasa—bahwa emansipasi bukan tujuan akhir, melainkan proses yang harus terus diperjuangkan.

Kartini Hari Ini dan Esok

Kartini hari ini tidak lagi hanya satu sosok. Ia menjelma dalam jutaan perempuan Indonesia yang berani bermimpi, bersuara, dan mengambil peran.

Seorang jurnalis perempuan yang mengungkap kebenaran.
Seorang ibu yang memastikan anaknya mendapat pendidikan terbaik.
Seorang pemimpin daerah yang membawa perubahan bagi masyarakatnya.
Seorang anak muda yang menolak dibatasi oleh norma lama.

Perjuangan Kartini kini telah memasuki babak baru: bukan lagi sekadar membuka pintu, tetapi memastikan perempuan bisa berdiri sejajar, berjalan bersama, dan memimpin masa depan.

Karena pada akhirnya, terang yang dimaksud Kartini bukan hanya tentang kebebasan perempuan—tetapi tentang kemajuan bangsa secara keseluruhan. (*)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.