Michael Wattimena: Menteri ESDM Beri Perhatian Khusus untuk Maluku, dari Gunung Botak hingga Blok Masela
Ambon, indonesiatimur.co – Di tengah berbagai tantangan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia Timur, Maluku dinilai tengah mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Hal itu disampaikan Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Michael Wattimena, saat melakukan kunjungan kerja di Ambon, Rabu (26/06/2026).
Menurut Wattimena, komitmen pemerintah terhadap Maluku terlihat dari sejumlah langkah strategis yang dilakukan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, baik dalam penataan sektor pertambangan maupun percepatan proyek-proyek energi nasional yang selama bertahun-tahun berjalan lamban.
“Pak Menteri Bahlil memiliki perhatian yang sangat besar terhadap Maluku. Banyak langkah yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari komitmen beliau untuk memastikan sumber daya alam di Maluku dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Wattimena.
Salah satu langkah yang menjadi sorotannya adalah pembentukan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian ESDM. Menurutnya, kehadiran direktorat baru tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah Kementerian ESDM yang telah berdiri sejak awal kemerdekaan Indonesia.
Michael katakan, selama delapan dekade perjalanan bangsa, sektor energi dan sumber daya mineral telah melewati berbagai fase pembangunan. Namun baru pada masa kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, struktur khusus penegakan hukum di lingkungan kementerian dibentuk untuk memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran di sektor strategis tersebut.
Yang membanggakan bagi masyarakat Maluku, kata Michael, adalah kepercayaan yang diberikan kepada putra daerah asal Maluku, Jeffri Rilke Huwae, untuk menjadi direktur jenderal pertama yang memimpin lembaga tersebut.
“Ini sebuah kebanggaan. Dalam sejarah Kementerian ESDM, beliau tercatat sebagai Dirjen Gakkum pertama, dan yang memimpin adalah putra terbaik Maluku. Ini menunjukkan bahwa daerah kita memiliki sumber daya manusia yang mampu dipercaya di tingkat nasional,” ujarnya.
Blok Masela Mulai Bergerak
Selain penegakan hukum sektor pertambangan, Michael juga menyoroti perkembangan proyek strategis nasional Blok Masela yang selama lebih dari dua dekade menjadi harapan masyarakat Maluku.
Menurutnya, selama sekitar 25 tahun proyek migas raksasa tersebut berjalan tanpa perkembangan yang signifikan. Namun situasi mulai berubah ketika Bahlil Lahadalia menjabat Menteri ESDM dan mengambil langkah tegas terhadap pemegang konsesi proyek.
Michael mengungkapkan bahwa salah satu langkah penting yang dilakukan adalah penerbitan surat peringatan kepada pihak pengelola sebagai bentuk dorongan agar proyek segera direalisasikan.
“Dalam waktu yang relatif singkat, mulai terlihat progres yang selama ini dinantikan masyarakat. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah untuk memastikan proyek strategis nasional tidak terus tertunda,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini tengah mempersiapkan tahapan penting menuju realisasi proyek tersebut. Groundbreaking yang semula direncanakan berlangsung pada akhir Juni kemungkinan akan bergeser ke bulan Juli, namun tetap menjadi agenda prioritas pemerintah.
Harapan Baru untuk Maluku
Bagi Michael, kemajuan yang mulai terlihat di Blok Masela dan penguatan penegakan hukum sektor pertambangan merupakan sinyal positif bahwa Maluku semakin diperhitungkan dalam agenda pembangunan nasional.
Ia berharap dukungan masyarakat terus mengalir agar berbagai program yang sedang dijalankan pemerintah dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
“Kita semua berharap upaya penataan pertambangan, penguatan penegakan hukum, dan percepatan Blok Masela dapat menjadi pintu masuk bagi kebangkitan ekonomi Maluku. Potensi daerah ini sangat besar dan harus dikelola untuk kemakmuran rakyat,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor energi dan sumber daya mineral tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci agar kekayaan alam Maluku benar-benar menjadi modal pembangunan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. (it-02)
