Cegah Kebakaran Sejak Dini, Santika Premiere Ambon Latih Karyawan Kenali Bahaya
Ambon, indonesiatimur.co – Kebakaran tidak selalu bermula dari insiden besar. Kabel terkelupas, sambungan listrik longgar, hingga peralatan panas yang diletakkan dekat bahan mudah terbakar bisa menjadi pemicu bahaya jika luput dari perhatian.
Menyadari pentingnya pencegahan sejak dini, Hotel Santika Premiere Ambon menggelar Training Fire Safety Awareness bagi seluruh karyawan pada 15–16 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Santika Meeting Room 3 dan 5, Lantai 6, ini bertujuan meningkatkan kesadaran karyawan dalam mengenali potensi bahaya kebakaran sebelum berkembang menjadi insiden.
Pelatihan yang dibawakan Human Resources Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Aldo Soumokil, mengangkat pesan “Recognizing Risks Before They Become Incidents” atau mengenali risiko sebelum menjadi insiden.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keselamatan kerja tidak hanya bergantung pada penanganan saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kemampuan setiap karyawan mengidentifikasi kondisi berbahaya dan mengambil langkah pencegahan.
Kenali Bahaya Listrik hingga Kebocoran Gas
Dalam pelatihan tersebut, karyawan dibekali pemahaman mengenai tiga kelompok utama bahaya kebakaran, yakni bahaya listrik, bahaya gas, dan berbagai potensi bahaya lainnya.
Pada aspek kelistrikan, karyawan diingatkan untuk memeriksa kondisi instalasi, tidak menggunakan peralatan yang rusak, serta melepaskan konektor listrik ketika tidak digunakan. Kabel yang melintang di lantai, sambungan longgar, dan kabel terkelupas juga menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Sementara itu, pada aspek penggunaan gas, peserta mempelajari tanda-tanda kebocoran, seperti bau menyengat dan suara mendesis. Pemeriksaan berkala terhadap selang dan regulator juga ditekankan sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Tidak hanya itu, sejumlah kebiasaan sehari-hari yang kerap dianggap sepele turut menjadi perhatian. Di antaranya puntung rokok yang belum padam, peralatan memasak yang ditinggalkan tanpa pengawasan, penumpukan minyak dan lemak, serta penyimpanan kardus, linen, dan cairan mudah terbakar di dekat sumber panas.
Berbagai contoh tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap lingkungan kerja merupakan langkah awal untuk mengurangi risiko kebakaran.
Aldo: Pencegahan Kebakaran Tanggung Jawab Bersama
Human Resources Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Aldo Soumokil, menegaskan bahwa upaya pencegahan kebakaran membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh karyawan, tanpa memandang jabatan maupun departemen.
“Kebakaran sering kali berawal dari kondisi kecil yang luput dari perhatian karena dianggap biasa. Melalui training ini, kami ingin membangun kebiasaan agar setiap karyawan lebih peka terhadap lingkungan kerja, berani melaporkan potensi bahaya, dan tidak menunggu sampai terjadi insiden,” ujar Aldo.
Menurutnya, setiap karyawan memiliki peran dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman. Meski tidak semua orang memiliki kewenangan untuk memperbaiki setiap kondisi berbahaya, setiap orang tetap dapat mengambil bagian dengan mengenali risiko dan melaporkannya kepada pihak yang bertanggung jawab.
Pendekatan tersebut menjadi penting agar potensi bahaya dapat ditangani sesuai prosedur dan kewenangan, dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Terapkan Prinsip “Spot It. Act. Stop It”
Untuk memperkuat pemahaman peserta, pelatihan ini juga memperkenalkan prinsip praktis “Spot It. Act. Stop It.”
Prinsip tersebut terdiri atas tiga langkah. Pertama, spot it, yakni mengenali potensi bahaya di lingkungan kerja. Kedua, act, yaitu mengambil tindakan yang aman atau melaporkan kondisi berisiko kepada penanggung jawab terkait. Ketiga, stop it, yakni memastikan kondisi tersebut tidak berkembang menjadi insiden.
Melalui pendekatan ini, karyawan diharapkan tidak sekadar melihat kondisi yang berpotensi membahayakan, tetapi juga memiliki kepedulian untuk melakukan tindakan pencegahan sesuai prosedur.
Hotel Santika Premiere Ambon berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kedisiplinan seluruh karyawan dalam mengenali dan melaporkan kondisi tidak aman, sehingga pencegahan kebakaran menjadi bagian dari kebiasaan kerja sehari-hari.
Pesan yang ditekankan dalam kegiatan ini sederhana, tetapi penting: jangan hanya melihat, tetapi perhatikan, atasi atau laporkan, dan cegah.
Dengan keterlibatan seluruh karyawan, kesadaran terhadap keselamatan diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, melainkan diterapkan secara konsisten dalam aktivitas kerja sehari-hari. (it-02)
