Pendidikan 

Muhammad Kika Febriyansyah Raih SDGs Youth Action Ambassador 2026 di Forum Global Malaysia

Tangerang Selatan, indonesiatimur.co  — Siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong, Muhammad Kika Febriyansyah, dikukuhkan sebagai penerima penghargaan SDGs Youth Action Ambassador 2026 dalam ajang Global Goals Youth Summit (GGYS) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22–24 Januari 2026.

Forum kepemudaan global tersebut diikuti puluhan delegasi muda dari berbagai negara dan menjadi wadah diskusi isu-isu strategis terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi tematik SDGs, forum aspirasi pemuda, presentasi proyek, hingga aksi sosial. Pada malam puncak kegiatan, peserta terpilih secara resmi dikukuhkan sebagai SDGs Youth Action Ambassador, dengan mandat untuk mengembangkan dan mengimplementasikan inisiatif sosial berbasis SDGs di negara masing-masing.

Muhammad Kika Febriyansyah mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam GGYS 2026 memberikan pengalaman dan wawasan baru mengenai tantangan global yang membutuhkan kolaborasi lintas negara.

“Pengalaman mengikuti GGYS 2026 membuka wawasan saya tentang tantangan global yang membutuhkan kolaborasi lintas negara. Dukungan orang tua serta Bapak dan Ibu guru di MAN Insan Cendekia Serpong sangat membantu saya selama persiapan dan pelaksanaan kegiatan. Saya berharap pengalaman ini dapat menginspirasi siswa madrasah lain untuk berani berkontribusi di tingkat internasional,” ujarnya, Rabu (28/01/2026).

Sementara itu, Kepala MAN Insan Cendekia Serpong, Hilal Najmi, menjelaskan bahwa keberhasilan siswa tidak terlepas dari pola pembinaan madrasah yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, baik dari aspek akademik maupun nonakademik.
“Pembinaan siswa kami lakukan secara holistik, dimulai dari identifikasi minat dan bakat sejak dini. Secara akademik, kami memastikan siswa memiliki fondasi riset dan literasi yang kuat. Dari sisi nonakademik, madrasah menyediakan wadah organisasi dan ekstrakurikuler untuk melatih soft skills,” jelas Hilal.

Ia menambahkan, madrasah juga berperan sebagai fasilitator dan mentor dengan memberikan akses informasi kompetisi nasional dan internasional, serta pendampingan guru pembimbing untuk mengasah kemampuan komunikasi publik dan pemahaman isu-isu global.
“Dukungan kami bersifat komprehensif, mulai dari administrasi dan perizinan, dispensasi akademik, hingga mentoring intensif melalui simulasi presentasi dan diskusi isu SDGs. Kami juga memberikan dukungan moril secara berkelanjutan agar siswa dapat fokus dan percaya diri,” pungkasnya. (kemenang.go
id/it-02)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.