Daerah Maluku 

Hasil Kunjungan ke Belanda, Gubernur: MIP Diproyeksikan Jadi Hub Logistik Timur Indonesia

Ambon, indonesiatimur.co — Gubernur Hendrik Lewerissa memaparkan hasil kunjungannya ke Belanda yang dikoordinasikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Dalam agenda tersebut, ia menghadiri Bilateral Maritime Forum Indonesia–Belanda yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri RI, Ugro Seno, dengan fokus pembahasan infrastruktur kemaritiman.

Dalam forum itu, Pemerintah Provinsi Maluku mempresentasikan rencana pembangunan Maluku Integrated Port (MIP), pelabuhan terintegrasi yang diproyeksikan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Karena Maluku merencanakan Maluku Integrated Port, itu menarik minat berbagai pihak, baik BUMN maupun swasta, dalam dan luar negeri,” ujar Lewerissa, usai pelantikan dan pengukuhan pejabat tinggi pratama di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Jumat (20/02/2026).

Ia menyebutkan, rencana tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang membackup perencanaan proyek strategis tersebut.

Lokasi Ditentukan Studi Kelayakan

Terkait polemik lokasi pembangunan MIP, Lewerissa menegaskan penetapan lokasi harus berbasis studi kelayakan dan pertimbangan ilmiah, bukan preferensi pemerintah daerah.
Hasil studi menyimpulkan lokasi paling ideal berada di Pulau Ambon. Pertimbangan utamanya adalah kedekatan dengan Pelabuhan Yos Sudarso dan Bandara Pattimura sebagai pintu masuk dan keluar distribusi logistik.
“Kalau dibangun di pulau luar, nanti ada tambahan rantai pasok lagi lewat laut. Kita harus mengikuti pertimbangan teknis dan ilmiah,” tegasnya.

Ia menambahkan, proyek MIP tidak menggunakan APBD, sehingga penentuan lokasi sepenuhnya mengikuti hasil kajian lembaga pembiaya. Bahkan jika menggunakan dana daerah sekalipun, keputusan tetap harus berbasis data ilmiah.
Lewerissa menekankan bahwa yang paling utama adalah keberadaan MIP di wilayah Maluku, agar provinsi ini dapat bertransformasi menjadi hub logistik Indonesia Timur dan kawasan Pasifik Barat serta Selatan.

“Mau itu di Pulau Ambon, Seram, Buru, Aru, Tenggara atau Banda, yang penting di Maluku. Sehingga Maluku bisa menjadi hub logistik Indonesia Timur dan kawasan Pasifik Barat dan Selatan,” pungkasnya. (it-02)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.