Kominfo Maluku Gaspol Lawamena Satu Data, Pimpinan Kini Akses Dashboard Real Time
Ambon, indonesiatimur.co – Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus mempercepat pengembangan Lawamena Satu Data Maluku sebagai langkah strategis mengakhiri persoalan fragmentasi data dan mendorong pengambilan keputusan berbasis informasi yang cepat dan akurat.
Kepala Dinas Kominfo Maluku, Titus F.L. Renwarin, memaparkan progres tersebut dalam kegiatan Media Briefing Pemanfaatan SEPAKAT sebagai alat bantu analisis perencanaan pembangunan wilayah kepulauan yang digelar di Ambon, Selasa (28/94/2026).
Menurutnya, selama ini data sektoral tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga kerap menjadi kendala dalam proses pengambilan keputusan oleh pimpinan daerah.
“Lawamena Satu Data ini hadir untuk menjawab persoalan fragmentasi data. Ke depan, seluruh data sektoral akan kita integrasikan dalam satu portal yang terstandar,” ujarnya.
Integrasi Data hingga Pusat
Titus menjelaskan, portal tersebut tidak hanya menghimpun data dari daerah, tetapi juga akan terhubung dengan data pemerintah pusat melalui prinsip interoperabilitas. Dengan demikian, seluruh data perencanaan pembangunan dapat saling terkoneksi dan saling melengkapi.
Menariknya, sistem ini akan dilengkapi executive dashboard yang memungkinkan pimpinan daerah mengakses data secara langsung, tanpa harus menunggu proses permintaan data manual seperti sebelumnya.
“Ke depan, pengambilan keputusan sudah berbasis data real time yang tersedia dalam sistem, bukan lagi manual,” jelasnya.
Didukung Program SKALA
Pengembangan Lawamena Satu Data Maluku juga mendapat dukungan teknis dari Program SKALA, dengan tetap mengacu pada standar nasional terkait data dan metadata.
Peran Kominfo, lanjut Titus, adalah memastikan kesiapan infrastruktur digital serta sistem yang digunakan, sementara proses integrasi data dilakukan secara ketat agar kualitas data tetap terjaga.
“Kami pastikan data yang masuk sesuai standar, sehingga bisa digunakan secara optimal dalam perencanaan,” tambahnya.
Menuju Perencanaan Lebih Presisi
Dengan hadirnya sistem ini, pemerintah berharap perencanaan pembangunan di Maluku menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran—terutama mengingat tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan.
Lawamena Satu Data diyakini akan menjadi fondasi penting dalam mendorong kebijakan berbasis data, sekaligus mempercepat transformasi tata kelola pemerintahan yang modern dan responsif.
“Dengan data yang terintegrasi dan mudah diakses, pimpinan daerah dapat mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan berbasis data yang valid,” tutup Titus.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Bappenas, jajaran pemerintah daerah, serta insan pers, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam pemanfaatan data untuk pembangunan Maluku. (it-02)

