Hukum Maluku 

Belajar dari YouTube, Warga Binaan Lapas Wahai Berkarya

Wahai, indonesiatimur.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wahai terapkan metode inovatif dalam program pembinaan Warga Binaan dengan memanfaatkan video tutorial online di platform YouTube. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk memaksimalkan pelaksanaan program Usaha Mikro Kecil Menengah secara mandiri dan efektif.

Para Warga Binaan kini aktif memproduksi berbagai kerajinan tangan khas lokal. Beberapa produk unggulan yang berhasil diciptakan meliputi kerajinan seni dari batok kelapa, miniatur kapal pinisi, dan ragam cinderamata unik lainnya yang memanfaatkan bahan baku di sekitar lingkungan Lapas.

Staf Pembinaan Lapas Wahai, Frans Tepal, menyampaikan pembelajaran berbasis digital ini terbukti efektif dalam memacu kreativitas. “Kami mengarahkan para Warga Binaan untuk mempelajari teknik produksi secara visual melalui tutorial online. Kemampuan mereka berkembang sangat cepat, bahkan produk seperti miniatur kapal pinisi dan olahan batok kelapa yang dihasilkan memiliki kualitas dan tingkat detail yang sangat rapi,” ujarnya, Senin (08/06/2026).

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi, menegaskan pemanfaatan internet menjadi langkah konkret institusi untuk terus memberikan pembinaan produktif guna menyiasati letak geografis di area pegunungan Maluku Tengah. “Kondisi geografis pegunungan membuat kami belum berkoordinasi secara langsung dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Maluku Tengah. Melalui fasilitasi digital ini, target kami untuk membentuk mental wirausaha dan kemandirian ekonomi Warga Binaan tetap berjalan dengan optimal,” tuturnya. (it-06)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.