Lapas Namlea Torehkan Prestasi, Jadi Terbaik Program Pembinaan dan Produk Warga Binaan
Namlea, indonesiatimur.co – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy ikut serta dalam kegitan Analisis dan Evaluasi (Anev) Triwulan II yang diselenggarakan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku di Aula Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon, Selasa (05/08/2026). Kegiatan tersebut di hadiri pejabat administrator serta seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Maluku serta dipimpin Kakanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro.
Ricky dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan anev bukan hanya sekadar mengukur keberhasilan, tetapi juga menjadi ruang berbagi praktik terbaik antar-UPT agar kualitas pelayanan pemasyarakatan terus meningkat. “Triwulan II menjadi titik penting untuk melihat sejauh mana target organisasi telah dicapai. Saya berharap seluruh UPT tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang telah diraih, tetapi menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berinovasi, menjaga integritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat maupun warga binaan,” tegas Ricky.
Pada kesempatan itu juga dipaparkan berbagai capaian kinerja UPT Pemasyarakatan selama Triwulan II yang terhitung dari bulan April hingga Juni 2026 diantaranya kinerja pengelolaan anggaran, kinerja administrasi, kualitas pelayanan publik, kinerja kehumasan, pelaksanaan program pembinaan, aspek kemanan, dan kinerja Balai Pemasyarakatan (Bapas).
Dalam paparan itu Lapas Namlea berhasil mencatatkan prestasi sebagai UPT dengan kategori program pembinaan dan produk warga binaan terbaik.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil dari kinerja dan kerja keras jajarannya dalam melaksanakan program-program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan salah satunya mewujudkan ketahanan pangan.
“Capaian ini adalah bentuk komitmen nyata dari Lapas Namlea untuk mengimplementasikan program prioritas khususnya dalam program pembinaan warga binaan. Dengan memanfaatkan lahan tidur, kami maksimalkan seluruh penggunaan lahan untuk dijadikan lahan pertanian. Kami akan terus melaksanakan program ini secara berkelanjutan dan konsisten,” ucap Marasabessy.
Ia juga menambahkan kegiatan anev ini menjadi ajang evaluasi bagi jajarannya untuk meningkatkan kinerja pada triwulan berikutnya. “Kami akan berupaya untuk mengoptimalkan capaian-capaian lainnya kedepan. Capaian yang telah diraih akan pertahankan, sementara yang lainnya baik itu dalam aspek pelayanan, tata kelola, dan aspek lainnya akan kami benahi dan tingkatkan,” pungkasnya. (it-06)


