Dari “Hello” hingga Perkenalan, Warga Binaan Lapas Wahai Antusias Belajar Bahasa Inggris
Wahai, indonesiatimur.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai perluas program pembinaan bagi Warga Binaan dengan mendorong peningkatan kemampuan intelektual. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Learning English yang untuk pertama kalinya digelar di Beranda Mesra Lapas, Rabu (23/09/2026).
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi Pemasyarakatan, khususnya pembinaan di bidang intelektual sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022.
“Pembinaan kepada Warga Binaan tidak hanya berfokus pada satu bidang saja, tetapi juga bagaimana meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka. Pembelajaran bahasa Inggris ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan pengetahuan tambahan yang bermanfaat bagi Warga Binaan,” jelas Tersih.
Pada sesi perdana, peserta mendapat materi dasar mengenai greetings, mulai dari sapaan sederhana seperti good morning, good afternoon, good evening, dan hello, hingga ungkapan perkenalan diri.
Kegiatan ini didukung Harisa, peserta Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan Angkatan 2 Batch I Tahun 2026 yang tengah menjalani praktik kerja di Lapas Wahai. Sebagai lulusan Pendidikan Bahasa Inggris, Harisa membagikan pengetahuannya kepada Warga Binaan melalui pembelajaran sederhana.
“Saya ingin ilmu yang dipelajari selama kuliah bisa memberikan dampak dan manfaat nyata bagi orang lain, khususnya Warga Binaan di Lapas Wahai. Melalui kegiatan ini, saya menyalurkan materi dalam bentuk pembelajaran sederhana yang mudah dipahami,” ungkap Harisa.
Harisa menambahkan bahwa pembelajaran diawali dengan materi dasar agar mudah dipahami Warga Binaan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut dengan materi yang lebih beragam.
“Harapannya, apa yang dipelajari setidaknya bisa dipahami dan menjadi bekal bagi Warga Binaan. Ketika nantinya mereka kembali ke tengah masyarakat, pengetahuan yang didapat selama berada di Lapas dapat menjadi pengalaman yang bermanfaat,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat saat Warga Binaan mempraktikkan pengucapan sapaan dalam bahasa Inggris. Salah seorang Warga Binaan, AL, mengaku senang mengikuti pembelajaran tersebut.
“Beta senang ikut belajar bahasa Inggris ini. Ada beberapa materi yang bikin ingat kembali waktu masih sekolah dulu. Walaupun sudah lama tidak belajar, waktu mempraktikkan ungkapan sederhana seperti hello dan good morning, rasanya seperti mengingat kenangan masa sekolah,” ungkap AL gembira.
Pembelajaran berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari Warga Binaan. Lapas Wahai berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut sebagai bagian dari pembinaan intelektual dan menambah pengetahuan Warga Binaan. (it-06)


