Maluku Pertanian 

Cabai Jadi Titik Awal, Petani Tanimbar Didorong Bangun Kekuatan Pangan Lokal

Ambon, indonesiatimur.co — Cabai bukan sekadar bumbu dapur. Di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), komoditas ini mulai dilirik sebagai salah satu pintu masuk untuk menggerakkan produksi pangan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Petani NasDem KKT menyatakan kesiapan mengembangkan cabai bersama DPW Partai NasDem Maluku sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan potensi pertanian daerah.

Ketua DPD Partai NasDem KKT, Joice M. Pentury, mengatakan langkah awal yang perlu dilakukan adalah memperkuat koordinasi antara petani di daerah dengan DPW Partai NasDem Maluku dan organisasi sayap Petani NasDem.

Menurut Joice, penguatan kelembagaan penting agar program pertanian tidak berhenti pada wacana, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Tanimbar.

“Untuk Petani NasDem, kita akan melakukan koordinasi dengan Kakak Ketua Wilayah, bersama organisasi sayap Petani NasDem, sehingga selanjutnya juga bisa segera dibentuk organisasi sayap Petani NasDem di Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” kata Joice seusai pelantikan Pengurus DPW Partai NasDem Maluku 2026 di Pantai Liang, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (27/09/2026).

Bukan Sekadar Menanam

Joice mengatakan arah pengembangan pertanian nantinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan pangan masyarakat. Dengan begitu, hasil pertanian dari Tanimbar tidak hanya menjadi produk yang dibudidayakan, tetapi juga memiliki pasar dan manfaat ekonomi bagi petani.

Salah satu kebutuhan yang dapat disasar adalah bahan pangan lokal.

“Misalnya untuk pemenuhan kebutuhan bahan makanan lokal dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kebutuhannya bisa disesuaikan dengan arahan dari Kakak Ketua Wilayah,” ujarnya.

Dalam konteks itu, cabai menjadi salah satu komoditas yang disebut dapat dimulai lebih dahulu.

Joice memastikan Petani NasDem KKT siap menggarap komoditas tersebut jika cabai ditetapkan sebagai bagian dari program bersama.

“Kalau kita dengar arahan dari Kakak Ketua untuk cabai, ya cabai kita siap tanam bersama-sama dengan DPW, bersama-sama berkolaborasi menyukseskan program, khususnya dimulai dari cabai,” katanya.

Dari Lahan ke Perputaran Ekonomi

Bagi Petani NasDem KKT, pengembangan cabai tidak berhenti pada aktivitas budidaya. Ada peluang yang lebih luas apabila produksi pertanian dikembangkan secara terencana, mulai dari keterlibatan petani hingga pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Program tersebut juga diharapkan menciptakan aktivitas ekonomi baru dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

Joice mengatakan KKT memiliki potensi pertanian yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Intinya kami siap berkolaborasi untuk mengembangkan potensi pertanian yang ada di KKT, terutama komoditas yang memang dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.

Pengembangan cabai menjadi titik awal yang ditawarkan untuk membangun kolaborasi tersebut. Tantangannya kemudian bukan hanya memastikan cabai dapat ditanam, tetapi bagaimana produksi petani dapat berlangsung berkelanjutan, memiliki pasar, dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Bagi Tanimbar, penguatan pangan lokal pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang apa yang ditanam di lahan, tetapi juga tentang bagaimana hasil pertanian dapat menjadi bagian dari roda ekonomi masyarakat. (it-10)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.