bendungan alami wae ela (twitter)Daerah Maluku 

Wae Ela Masih Berstatus Awas


bendungan alami wae ela (twitter)Ambon, indonesiatimur.co
– Status Awas terhadap bahaya jebolnya waduk Wae Ela, Kabupaten Maluku Tengah yang ditetapkan sejak Rabu (17/7) masih efektif dan belum diturunkan karena curah hujan yang masih tinggi.

Hujan yang terus menerus  dikhawatirkan dapat menyebabkan ketinggian air mencapai 196,50 meter pada tanggal 25 Juli mendatang yang artinya permukaan air sudah sejajar dengan bibir danau. Catatan indonesiatimur.co, ketinggian permukaan air terakhir adalah 191,36 meter pada Kamis (18/7) dengan perkiraan penambahan ketinggian 50 sentimeter setiap harinya.

Kondisi ketinggian permukaan air tersebut telah diantisipasi oleh Pemkab Maluku dengan menetapkan status siaga bagi 4.817 warga di Negeri Lima dan hunian di sekitar bendungan. Bahaya jebolnya bendungan dapat terjadi sewaktu-waktu karena saat ini setidaknya sudah terdeteksi 42 titik rembesan pada dinding-dinding bendungan.

Koordinasi dan tindakan penanggulangan telah dilaksanakan pada tingkat kabupaten dan tingkat provinsi. Gubernur Maluku Karel Ralahalu juga mengirimkan surat kepada pemerintah pusat. Surat secara khusus ditujukan kepada Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dengan tembusan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Farida Salampessy menjelaskan berbagai tindakan penanggulangan dilaksanakan secara intensif termasuk pengunaan pompa dan menyiapkan saluran air baru. “Kami intensifkan penggunaan pompa untuk menurunkan ketinggian permukaan air,” ungkapnya kepada indonesiatimur.co ketika dihubungi di sela rapat koordinasi dengan Gubernur (18/7). (ps)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon