Daerah Maluku Utara 

Penerbangan dan Pelayaran Maluku Utara Terganggu Cuaca Buruk

ombak.badai
ilustrasi: malutpost

Hujan lebat yang disertai angin kencang dalam beberapa hari ini telah menghambat aktivitas penerbangan dan pelayaran di sebagian Maluku Utara.

Cuaca buruk melanda Maluku Utara yang sejak Minggu (4/8) hingga Selasa ini menyebabkan terganggunnya jadwal penerbangan. Beberapa penerbangan, diantaranya Express Air dan Sriwijaya Air terpaksa menunda keberangkatannya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Gesofisika (BMKG) kelas II Stasiun Babullah Ternate, merilis kondisi cuaca yang terjadi di Kota Ternate Minggu kemarin hingga hari ini disebabkan adanya penumpukan awan hujan atau Cumulonimbus yang berada di di Kota Ternate.

Petugas BMKG Stasiun kelas II Baabullah Ternate M. Nasrun, mengatakan kondisi cuaca yang terjadi ini diperkirakan masih akan turun hujan hingga pada malam hari, namun curah hujan di prediksi dalam intensitas sedang sampai hujan lebat. Cuaca semacam ini cenderung lokal, atau hanya terjadi di wilayah Maluku Utara saja, dapat diperkirakan akan terus terjadi pada 2 hari ke depan.” jelasnya seperti dilansir detik.com (6/8).

Berdasarkan data dari BMKG tinggi gelombang laut Maluku Utara, khususnya Ternate bisa mencapai 1 hingga 2,5 meter. Kawasan yang harus diwaspadai adalah perairan Kepulauan Sula karena tinggi gelombangnya mencapai di atas 3 meter, sementara laut halmahera masih cukup kondusif dengan ketinggian gelombang antara 1 sampai 1.5 meter. Angin dari barat daya dengan kecepatan 10 hingga 20 knot juga harus diwaspadai.

Menyikapi kondisi cuaca buruk ini, Kepala Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan Ternate, Takwim Masuku pada Senin (5/8) lalu sempat menginstruksikan seluruh petugas di semua pos penjagaan di pelabuhan Ternate untuk tidak mengizinkan kapal berlayar meninggalkan pelabuhan. Namun Selasa kemarin, pihaknya sudah menyatakan aktivitas pelayaran mulai kembali normal.

“Aktivitas pelayaran sudah mulai normal, tetapi para pemilik kapal dan para pemudik yang akan berlayar dari dan ke Ternate harus berhati-hati, jika kondisi cuacanya mulai tak baik agar tak memaksakan untuk berlayar,” kata Takwim

Dia berharap para pemudik dengan tujuan pulau di Gane Barat, Jailolo, Oba dan sejumlah pulau-pulau lainnya yang menggunakan kapal berukuran kecil untuk meningkatkan kewaspadaan, antara lain dengan tidak menggunakan kapal yang tidak memiliki alat keselamatan.

Kemarin pihaknya telah menempatkan semua personelnya di pelabuhan Ahmad Yani dan Pelabuhan Bastiong untuk memperketat aktivitas pelayaran dan izin operasional armada semut di sejumlah dermaga. (ps)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon