Paus Francis: Tak Perlu Percaya Pada Tuhan untuk Masuk Surga

Paus Francis [foto: Agência Brasil]
Paus Francis [foto: Agência Brasil]
Paus Francis dalam suratnya kepada pendiri harian La Repubblicca, Eugenio Scalfari menyatakan bahwa kaum yang tak percaya (atheis) tidak perlu percaya pada Tuhan untuk masuk surga (11/9).

Pernyataan tersbut ditulis Paus Francis dalam surat panjang yang menjawab pertanyaan-pertanyaan tertulis dari Eugenio Scalfari terkait dengan pandangannya sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia. Scalfari sendiri dalam  surat sebelumnya menyatakan bahwa dia termasuk dalam kaum “tak berkeyakinan” (non-believers).

“Anda menanyakan kepada saya, apakah Tuhan orang Kristen mengampuni mereka yang tidak percaya dan tidak menggali keyakinannya. Saya mulai dengan mengatakan – dan ini adalah yang mendasar – bahwa pengampunan Tuhan tidak ada batasnya ketika anda datang kepadaNya dengan ketulusan dan kerendahan hati. Yang penting bagi mereka yang tidak percaya Tuhan adalah menuruti hati nuraninya.” tulis Paus Francis seperti dilansir oleh portal independent.co.uk.

Lebih lanjut lagi, Paus menjelaskan bahwa dosa itu nyata bahkan juga bagi orang yang tidak percaya, yaitu ketika mereka mengkhianati nuraninya.

Scalfari sendiri berkomentar bahwa ini membuktikan kemampuannya berkomunikasi. “Ini merupakan bukti lebih jauh mengenai kemampuannya (Paus) untuk berdialog dengan semua,” tulis Scalfari.

Melalui pernyataan Paus yang baru bertugas enam bulan tersebut, semakin kuat anggapan bahwa Gereja Katolik saat ini sedang melakukan reformasi besar. Berbeda dengan pendahulunya yaitu Paus Bennedict yang konservatif, Paus Francis dinilai melakukan pelayanan sesungguhnya. Seorang reporter Washington Post, Cathleen Falsani mengungkapkan apresiasinya saat pertama kali kemunculan Paus Francis di depan publik di depan Basilika St Petrus, Vatikan. “Dia mematahkan tradisi gereja, menyapa dunia dengan “selamat malam” dan bukannya skrip latin yang rumit yang seharusnya dia gunakan,” tulis Falsani dalam reportasenya.

Selain pernyataan di atas, satu sinyal berani yang berbeda dari tradisi Katolik sebelumnya adalah ketika Paus Francis memberikan pernyataan terkait pilihan seks tertentu. “Ketika seseorang gay mencari Tuhan, siapakah saya berani menghakiminya?” (ps)

Find this content useful? Share it with your friends!