Hukum Sulawesi Selatan 

Kepergok Berduaan di Kebun Cengkeh, Pria Ini Diamuk Masa

[ilustrasi: int]
[ilustrasi: int]
Ahmad (35) warga Gantarang Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) nyaris tewas setelah dihakimi massa. Ia menjadi bulan-bulanan masa karena diduga selingkuh dengan seorang perempuan yang sudah memiliki suami.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin 28 Oktober. Dari informasi yang diperoleh, Ahmad kepergok berduaan dengan perempuan berinisial HS (35) di sebuah kebun cengkeh yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah HS.

Hal yang membuat warga marah adalah dikarenakan HS merupakan istri dari warga setempat. Warga semakin emosi ketika Ahmad langsung melarikan diri. Ia akhirnya tertangkap oleh warga yang mengejarnya.

Pemuda tersebut langsung dihakimi massa dan setelah babak belur, ia langsung dibawa ke rumah kepala dusun setempat. Masalah tak berhenti di situ, keluarga suami HS juga datang dan hendak melampiaskan kemarahannya kepada Ahmad. Beruntung, polisi segera datang dan mengamankan Ahmad.

Kapolsek Sinjai Selatan, AKP Ahmad Yahya mengatakan, peristiwa itu terjadi pada sore hari, sekitar pukul 15.00. Polsek sempat menurunkan 12 personilnya untuk membuat pengamanan namun karena jumlah massa yang terus bertambah, kapolsek meminta bantuan dari Polres Sinjai.

Mengutip fajar.co.id, menurut salah seorang warga, Tare mengatakan, warga marah karena menganggap perselingkuhan tersebut mencoreng nama baik kampung mereka.

“Ini sangat memalukan. Warga sangat marah karena keduanya kedapatan sedang berdua di dalam rumah kebun. Padahal, HS ini sudah punya suami dan dua anak,” ujarnya.

Ahmad kemudian dievakuasi ke Polres Sinjai pada Selasa subuh kemarin. Sementara HS diamankan di tempat lain untuk menghindari penghakiman dari massa dan keluarga suaminya. Polisi berjanji akan menjatuhkan hukuman yang pantas jika keduanya terbukti bersalah di mata hukum. [as]

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon