Penyakit Rabies di Ambon Kembali Merenggut Nyawa

[foto: int]
[foto: int]
Penyakit rabies yang disebabkan gigitan anjing kembali merenggut dua nyawa di RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Hal tersebut dikatakan oleh kepala bagian ilmu penyakit saraf RSUD dr M Haulussy, dr Bertha Amaheka Que kepada koran ini, Selasa (10/12).

Dikutip fajar.co.id, (11/12), seorang bocah berusia 4 tahun juga mengalami nasib yang sama sekitar pukul 10:00 WIT keesokan harinya.

‘’Pemuda 14 tahun tersebut digiigt anjing di jalanan sementara yang berusia 4 tahun digigit anjing tetangga. Sangat disayangkan, kita harus kehilangan dua generasi muda hanya karena penyakit yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini,“ ucapnya.

Lanjut Bertha, total korban meninggal sepanjang 2013 ini di RSUD Haulussy sudah mencapai 7 orang. Sementara tahun 2012 berjumlah 9 orang.

“Itupun belum terhitung dengan yang meninggal di RSUD lain ataupun yang meninggal di rumah sebab gejala-gejala rabies dapat muncul sebentar saja kemudian dengan sendirinya  dapat merenggut nyawa,“ terangnya.

Menurtutnya, guna meminimalisir adanya penyakit mematikan tersebut, pihaknya terus melaksakan program Nasional Bebas Rabies.

“Kita telah dan terus melaksanakan program Nasional Bebas Rabies 2020. Salah satunya dalam bentuk sosialisasi ke masyarakatdengan target tak ada lagi rabies di bumi Indonesia tahun 2020. dan pogram ini juga termasuk program dunia,” jelasnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!