‘Blood Moon’ Kembali Terjadi, Hanya Bisa Dilihat di Wilayah KTI

[ilustrasi]
[ilustrasi]
Jakarta – Fenomena gerhana bulan total yang berwarna merah darah atau disebut bloodmoon kembali dapat disaksikan oleh warga di Indonesia bagian timur pada Rabu sore, (8/10/2014).

“Ini hal biasa saja. Mungkin karena warnanya merah sehingga warga menyebutnya sebagai gerhana bulan merah darah,” kata Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jaya Murjaya, seperti dilansir harianterbit.com.

Selain itu, kata Murjaya, gerhana bulan total ini juga tidak akan diikuti fenomena alam lainnya karena hanya fenomena biasa.

“Untuk kejadian alam sebagai dampaknya juga tidak ada, mungkin hanya naiknya air muka laut karena gravitasi bulan,” sambungnya.

Fenomena itu, kata dia, diperkirakan akan terjadi selama satu jam dan tidak semua warga di tanah air bisa menyaksikan kejadian alam itu, karena hanya terlihat di Indonesia bagian timur.

“Kalau di Jakarta tidak akan bisa melihat. Untuk itu, kami menurunkan petugas untuk mengamati kejadian itu di lokasi yang bisa melihat dengan jelas yakni Kendari,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, mengatakan, gerhana bulan kali ini dimulai dengan fase gerhana sebagian mulai pukul 16.15 WIB, disusul fase total mulai 17.25 WIB hingga 18.24 WIB, dan diakhiri dengan fase gerhana sebagian lagi sampai pukul 19.34 WIB.

“Jelas hanya Indonesia timur yang bisa mengamatinya secara penuh,” tuturnya.

Diketahui, fenomena ini terjadi yang kedua kalinya, pada 15 April lalu, gerhana bulan total ini juga terjadi dan hanya bisa dinikmati warga di Indonesia bagian timur saja.

Find this content useful? Share it with your friends!