Ekonomi & Bisnis Hot Nasional 

Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia Masih Sebatas Bingkai Tanpa Isi

[foto: int]
[foto: int]
Ambon – Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) diminta untuk segera mewujudkan bentuk konkrit dari konsep Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Hal itu dikarenakan, sampai saat ini belum ada agenda konkrit untuk menjadi Indonesia sebagai poros maritim dunia seperti yang sering diungkapkan presiden Jokowi sebelumnya.

“Kita menyambut positif gagasan Jokowi-JK terkait poros maritim dunia. Hanya saja, sejauh ini, kita belum melihat secara detail seperti apa agenda untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ujar Direktur Archipelago Solidarity Foundation (Arso) Dipl. Oek. Engelina Pattiasina, seperti dilansir beritasatu.com.

Menurut Engelina, meskipun kabinet Jokowi-JK sudah terbentuk dan memiliki Kementerian Koordinator Kemaritiman, namun konsep poros maritim dunia masih dalam bentuk bingkai yang belum mempunyai isi.

“Indonesia memiliki jalur perdagangan yang telah terbukti ratusan tahun silam mengontrol perekonomian dunia, yakni Jalur Rempah (spice routes),” ucapnya.

Jalur rempah ini, lanjut dia, bisa dijadikan acuan bagi Indonesia dalam menjalin hubungan perekonomian dengan negara lain khususnya yang memiliki hubungan historis.

“Jalur rempah harus menjadi fondasi bangsa Indonesia sebagai poros maritim dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Kawasan Indonesia Timur sudah sejak lama menjadi poros maritim karena sebagian besar Indonesia Timur terdiri dari kelautan dengan berbagai kekayaan alam yang dimilikinya.

“Ini harus menjadi peluang bagi Kawasan Indonesia Timur untuk mengembangkan diri dengan mengandalkan potensi maritim yang sangat besar,” ungkapnya.

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon