Ekonomi & Bisnis Papua Barat 

Papua Barat Punya 9.000 Ha Sawah, Tapi Cuma Bisa Ditanami Sekali dalam Setahun

ilustrasi sawah [doc. indonesiatimur.co]
ilustrasi sawah [doc. indonesiatimur.co]
Manokwari – Meski memiliki area persawahan seluas 9.000 hektar, namun kebutuhan beras Provinsi Papua Barat masih bergantung ke Makassar Sulawesi Selatan. Hal itu disebabkan oleh kondisi dimana lahan-lahan sawah yang ada tidak bisa ditanami secara terus menerus.

Ketua Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) dan Penanggungjawab Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai Kementerian Pertanian di Papua Barat, Susanto mengatakan bahwa dari lahan persawahan yang ada, produktivitas masih rendah karena indeks Pertanaman (IP) hanya 1.

“Artinya dalam 1 tahun hanya bisa bercocok tanam sebanyak 1 kali,” kata Susanto seperti dilansir medanbisnisdaily.com, 10/05/15.

Susanto menyebutkan bahwa dari 9.000 hektar lahan persawahan yang ada, hanya 2.145 hektar lahan persawahan yang bisa ditanami.

“Lahan yang bisa digarap hanya 2.145 ha. Kalau IP sekarang di Pulau Jawa 2,5. Disini IP-nya cuma 1 kali,” jelas Susanto.

Lebih lanjut, Susanto mengungkapkan pihaknya selaku wakil Kementerian Pertanian di Papua Barat akan mendorong peningkatan produktivitas dan frekuensi panen padi di Papua Barat. Salah satunya dengan menambah saluran irigasi.

“Revitalisasi saluran akan digenjot bersama Pemerintah Daerah di Papua Barat. Target kita optimalisasi lahan 4.700 ha,” tuturnya.

Selama ini, kata Susanto, pasokan beras di Provinsi Papua Barat masih sangat bergantung dari beberapa daerah seperti Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon