Ekonomi & Bisnis 

Menko Kemaritiman: ‘Tanpa Iptek, Laut Hanyalah Hamparan Air Yang Berwarna Biru’

[foto: int]
[foto: int]
Bandung – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan bahwa para ahli telah menemukan cadangan minyak dan gas baru di batuan pratersier di kawasan timur Indonesia. Hal itu diungkapkan Indroyono pada acara orasi ilmiah pada peringatan 95 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik Indonesia di Aula Barat ITB.

“Ini membuka lembaran baru eksplorasi migas di Tanah Air,” kata Indroyono Soesilo di ITB, seperti dilansir Tempo, 3 Juli 2015.

Menurutnya, cadangan baru migas Indonesia di lapisan batuan pratersier, ahli-ahli geologi memperkirakan jumlahnya sebanyak 222 miliar barrel.

“Sebagian besar dijumpai di batuan pratersier di lautan kawasan timur Indonesia,” kata menteri lulusan Geologi ITB itu.

Indroyono menjelaskan bahwa kondisi khas geotektonik Nusantara menghasilkan wilayah yang kaya akan mineral, minyak, dan gas bumi, terutama di dasar laut.

“Cebakan migas Indonesia mudah dijumpai di cekungan pantai timur Sumatera, utara Jawa, hingga Bali. Bahkan, tercatat bahwa 40 dari 60 cekungan migas kita ada di lautan,” jelas dia.

Cadangan terbukti minyak bumi Indonesia, kata Indroyono, sekarang 7,4 miliar barrel, sedangkan cadangan terbukti gas alam mencapai 149 triliun kaki kubik ekivalen. Dalam hal itu, lanjut Indroyono, perlu ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membangun Indonesia sebagai bangsa maritim.

“Salah satunya dengan membuat Techno Park di Penajam, Kalimantan Timur. Awalnya akan digunakan untuk mendukung pengembangan industri migas lepas pantai di sana,” terangnya.

Indroyono menambahkan bahwa ilmu pengetahuan ini sangat penting dalam membangun bangsa Maritim. Maka dari itu, dia juga mengajak para alumnus dan civitas akademika ITB untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa maritim.

“Tanpa iptek, laut hanyalah hamparan air yang berwarna biru,” tegas dia. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon