Daerah Maluku 

27 Persen Warga di Perbatasan Maluku Hidup dalam Kemiskinan

[foto: int]
[foto: int]
Ambon – Masih banyak warga yang tinggal di daerah perbatasan Provinsi Maluku yang hidup dalam garis kemiskinan. Setidaknya, ada tiga daerah yang masih terisolir yakni Kabu­paten Maluku Tenggara Barat (MTB), Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Aru.

Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan bahwa angka kemiskinan di daerah-daerah perbatasan tersebut mencapai 27 persen.

“Tiga kabupaten itu ternyata punya angka kemiskinan mencapai 27 persen yakni diatas angka kemiskinan rata-rata Provinsi Maluku,” ucapnya, seperti dilansir SiwalimaNews, 27/07.

Gubernur mengaku jika saat ini, pihaknya terus berupaya untuk menekan angka kemiskinan tersebut.

“Semua itu tidak lepas dari perhatian pemerintah yang akan lebih dipusatkan pada daerah-daerah perbatasan,” terang Gubernur.

Menurut Gubernur, saat ini pemerintah berupaya untuk lebih memperhatikan wilayah perbatasan di Maluku karena memiliki pengaruh besar.

“Pengaruhnya cukup besar untuk provinsi ini, contohnya angka kemiskinan yang paling terbesar ada di daerah perbatasan,” tutur Gubernur.

Gubernur percaya jika pemerintah memberikan perhatian lebih, maka kedepan masyarakat yang berada di daerah perbatasan bisa sejahtera.

“Perlu bekerja sama dengan pemerintah pusat, sudah tentu angka kemiskinan di daerah perbatasan akan menurun,” ucapnya.

Salah satu cara untuk dapat menekan angka kemiskinan, kata Gubernur, pemerintah telah menggelontorkan dana sebanyak Rp. 1,8 triliun yang diberikan khusus untuk pembangunan di daerah perbatasan.

“Hanya saja, dana-dana tersebut harus tetap dikontrol dan pemerintah kabupaten harus benar-benar memanfaatkannya untuk pembangunan,” jelasnya. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon