Ada Upacara Adat di Puncak Acara Festival Danau Kelimutu 2015

[foto: int]
[foto: int]
Ende – Puncak acara Festival Danau Kelimutu 2015 akan digelar pada Jumat (14/8). Acara adat ini merupakan wujud penghormatan masyarakat Ende terhadap nenek moyang mereka.

“Menurut kepercayaan kami, di puncak Gunung Kelimutu inilah bersemayam arwah para leluhur kami,” kata Bupati Ende, Ir Marsel Petu, seperti dilansir detikcom, 13/08.

Menurutnya, sebagai anak cucunya, sudah wajib untuk menghormati mereka dengan upacara adat Patika Du’a Bapu Ata Mata. Dalam upacara Patika tersebut, nantinya akan diawali dengan rangkaian kegiatan lain yang telah dilangsungkan sebelumnya.

“Salah satunya adalah Upacara Persada, di mana masyarakat Ende mengaturkan syukur dengan cara memotong kepala kerbau,” terangnya.

Setelah penyembelihan kerbau dilakukan, kata Bupati, prosesi selanjutnya adalah pertemuan adat antara 3 batu tungku, yaitu pihak pemerintah, tokoh agama serta tokoh masyarakat Ende.

“Seluruh pemangku adat atau yang biasa disebut Mosalaki di Kabupaten Ende, serta para Pastor, akan diajak duduk bersama untuk membahas semua permasalahan di Kota Ende termasuk tentang pelaksanaan Upacara Patika,” ungkapnya.

Kemudian seusai musyawarah, lanjut dia, maka tibalah saatnya untuk mulai melakukan Upacara Patika.

“Pada dasarnya, ini adalah ‘Upacara Kasih Makan Roh’ nenek moyang masyarakat Ende yang bersemayam di kawah Danau Kelimutu. Kita akan bawakan makanan seperti yang kita biasa makan,” tuturnya.

Setelah upacara Patika usai, lanjut dia, barulah diadakan Gawi yang mana merupakan pertunjukan tarian adat yang menandakan bahwa upacara Patika telah diselenggarakan dengan baik.

“Tarian ini juga sebagai perlambang bahwa masyarakat Ende bergandengan tangan dalam menjaga alam serta menghormati leluhur dan nenek moyang masyarakat Ende,” jelasnya. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!