Ekonomi & Bisnis Nasional 

Jokowi Inginkan Efisiensi, Alokasi Anggaran 60 Kementerian Dipangkas

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional Perubahan (RAPBNP) 2016, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menginginkan adanya efisiensi. Maka dari itu, salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memangkas anggaran yang dialokasikan kepada 60 kementerian dan lembaga.

“Sesuai dengan perintah Presiden, yaitu money follow program, ada kurang lebih 60  K/L yang mengalami penurunan anggaran dan ada 17 K/L yang mengalami ‎peningkatan signifikan,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil di Gedung Sekretariat Negara, seperti dilansir Liputan6, (7/4).

Menurutnya, kementerian dan lembaga yang mengalami kenaikan anggaran adalah yang memiliki program-program prioritas sesuai dengan misi Presiden.

“Program prioritas tersebut antara lain pembangunan infrastruktur, swasembada pangan melalui pembangunan pertanian, peningkatan industri dan pariwisata,” terangnya.

Sementara itu, mengenai pemangkasan, anggaran yang dikurangi untuk operasional, seperti perjalanan dinas, pembelian kendaraan-kendaraan operasional, dan program-program yang non prioritas.

“Anggaran belanja kementerian dan lembaga mengalami penurunan sebesar Rp 45,8 triliun dari sebelumnya Rp 784 triliun menjadi Rp 738 triliun,” ungkapnya.

Disamping itu, Presiden Jokowi juga melarang pembangunan gedung kantor untuk Kementerian dan Lembaga sebagai langkah penghematan.

“Kebijakan tersebut bukan merupakan prioritas dan tidak menyentuh rakyat,” jelasnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.