Daerah Nusa Tenggara Timur 

Anggaran Minim Dituding Jadi Penyebab ‘Buruknya’ Kualitas Pendidikan di NTT

[foto: int]
[foto: int]
Kupang – Alokasi anggaran pendidikan dalam APBD Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2016 mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut yakni sebesar Rp10 miliar dari tahun 2015 yang hanya Rp50 miliar menjadi sebesar Rp60 miliar untuk tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Sinun Petrus Manuk mengatakan bahwa anggaran sebesar itu masih belum bisa untuk memenuhi kebutuhan minimal.

“Beli sepatu atau sandal untuk anak-anak sekolah saja belum cukup,” kata Petrus seperti dilansir Okezone, (07/04).

Menurutnya, keterbatasan anggaran pendidikan ini menjadi salah satu faktor penyebab masuknya kondisi pendidikan NTT kedalam zona merah yang mengkhawatirkan.

“Persoalan alokasi anggaran pendidikan, berdampak pada kualitas pendidikan di NTT yang telah memasuki zona merah,’’ ungkapnya.

Jika kondisi ini tidak cepat ditangani dengan alokasi anggaran yang memadai, kata Petrus, maka ini masih akan memberikan efek masalah pada kondisi pendidikan di NTT.

“Berdasarkan kajian sementara terkait hasil ujian nasional ke depan, untuk jenjang SMP/MTs masih tetap rendah yakni berada pada urutan 31 dari 34 provinsi,” ujarnya.

Petrus menambahkan bahwa agar dapat keluar dari zona merah itu, saat ini NTT masih memiliki satu modal yang juga diakui secara nasional yaitu indeks integritas kejujuran dalam menyelenggarakan UN.

“Indeks integritas kejujuran NTT dari 34 provinsi berada di peringkat ketujuh,” jelasnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon