Daerah Maluku Pariwisata 

Muhaimin: Potensi Pariwisata Tual, Malra Luar Biasa

Tual – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar menyatakan potensi pariwisata Kota Tual maupun Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) luar biasa dan perlu dikembangkan agar bisa menjadi sumber pendapatan utama bagi dua daerah tersebut.
“Dua hari di sini saya sempat mengunggah objek-objek wisata dua daerah ini ke facebook dan twitter, dan ternyata respon netizen pun sangat luar biasa,” kata Muhaimin Iskandar di Tual, Minggu (16/4).
Mantan menteri yang akrab disapa Cak Imin tersebut berada di Tual dan Maluku Tenggara dalam rangka liburan, setelah menghadiri musyawarah wilayah PKB di Kota Ambon, ibu kota provinsi Maluku, beberapa waktu lalu.
Cak Imin antara lain berwisata ke Ngurbloat (pasir panjang) Tual, Goa Hawang di Maluku Tenggara, dan Pulau Bair yang disebut-sebut sebagai “raja ampat mini”.
Menurut dia, potensi-potensi wisata itu akan menarik wisatawan dalam dan luar negeri untuk berkunjung ke Tual dan Maluku Tenggara, bila ditata dengan baik dan gencar dipromosikan melalui media sosial yang dapat diakses oleh masyarakat nasional maupun internasional.
“Dua daerah ini ternyata menyimpan potensi pariwisata sangat baik, yang secara ekonomi harus dikembangkan. Apalagi bandar udaranya sudah sangat siap untuk didarati pesawat berbadan besar, ini bisa menjadi peluang percepatan ekonomi melaui pariwisata, didukung posisi daerahnya yang strategis,” katanya.
Cak Imin menambahkan, pengembangan potensi pariwisata dan budaya di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara harus mendapatkan dukungan APBN melalui Kementerian Pariwisata.
“Dengan demikian sektor pariwisata dua daerah ini bisa didorong agar lebih maju dan berkembang, serta menjadi salah satu sumber utama PAD. Apalagi pemerintah pusat saat ini pun sedang gencar berupaya meningkatkan angka kunjugan wisatawan ke Indonesia,” katanya. [ANT]

Comments

comments

Advertisements

Terkait

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.