Agenda Daerah Maluku 

Pemprov Maluku Mulai Safari Ramadhan Dari Saumlaki

Saumlaki, indonesiatimur.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memulai kegiatan Safari Ramadhan dari
Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) . Kegiatan Safari Ramadhan ini juga dirangkai dalam buka puasa bersama, sekaligus syukuran satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati MTB, Petrus Fatlolon – Agustinus Utiwaly.

Buka puasa bersama ini digelar di Gedung Kesenian Saumlaki, pada Selasa (22/5), dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Bupati MTB, Wakil Bupati MTB, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Maluku Kasrul Selang yang juga merupakan ketua panitia Safari Ramadhan, Kepala Dinas PU Maluku Ismail Usemahu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Romelus Far-Far, Kepala Dinas Perhubungan Maluku Angky Papilaya, jajaran SKPD lingkup pemerintahan MTB, TNI-Polri dan seluruh tokoh umat beragama.

Advertisements

Dalam sambutannya, Plt Gubernur, mengatakan ibadah puasa yang dijalani umat muslim kini telah memasuki hari keenam atau fase pertama, yaitu fase rahmat.
“Semoga ibadah puasa yang dijalani basudara Muslim ini mulai dari fase rahmat pengampunan hingga fase pembebasan dari api neraka. Basudara senantiasa mendapat curahan rahmat dari Allah SWT, serta menjadi insan yang bertakwa, pribadi yang melimpah dengan kearifan dan kebijaksana, serta menjadi rahmat untuk sesama,”tandasnya.

Sahuburua berharap, melalui momentum ini, umat muslim di daerah ini akan menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya bisa kita memaknai hikmah ibadah puasa ini dalam rangka pembentukan karakter diri keadaban bangsa ini.
” Ibadah puasa merupakan momentum yang sangat tepat untuk kita melakukan introspeksi diri dan berefleksi atau dengan kata lain melalui latihan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ini, samua bisa kalesang diri agar terjadi perubahan pola pikir dan karakter dari budaya bakalai ke budaya baku bae, dari budaya baku marah ke budaya baku sayang, dari budaya talamburang ke budaya kalesang dan sebagainya,”ujarnya.

Dengan demikian, sejatinya puasa yang di laksanakan bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban, tetapi seharusnya puasa bermakna untuk pembentukan pribadi yang memiliki kualitas hidup yang terbaik.

Dalam spirit ini, Sahuburua mengajak umat beragama di Kota Saumlaki dan sekitarnya untuk tingkatkan kualitas kerukunan antar umat beragama, sebagai upaya bersama untuk mengembangkan Maluku sebagai laboratorium kerukunan umat beragama terbaik di Indonesia.
“Sesuai data Litbang Kemenag RI, Maluku masuk 3 besar provinsi yang mempunyai indeks kerukunan terbaik di Indonesia. Sedangkan menurut Setara Institut, Ambon dan Tual termasuk dalam 10 kota yang memiliki indeks kerukunan terbaik di Indonesia,”ucapnya.

Untuk itu, di bulan yang penuh rahmat ini, Sahuburua menghimbau kepada seluruh masyarakat MTB untuk belajar saling memahami, mempercayai, menghormati, mencintai, membanggakan, saling menopang, sebagaimana petuah suci orang Maluku “potong dikuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, dan sagu salempeng dibagi dua”, dalam rangka mewujudkan momentum pilkada yang damai, demokratis, berkeadaban, dalam spirit hidop orang basudara.

“Inilah kualitas beragama yang perlu terus kita kembangkan dalam rangka mewujudkan pembangunan Maluku yang rukun, aman, damai, sejahtera, adil berdaya saing dan religius, dijiwai semangat Siwalima,”pungkasnya.

Sementara itu, Bupati MTB Petrus Fatlolon memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, yang menjadikan Kabupaten MTB sebagai daerah pertama Safari Ramadhan, sekaligus buka puasa bersama .

Dalam.sambutannya, dirinya melaporkan situasi keamaan dan ketertiban masyarakat MTB selama ibadah puasa saat ini berjalan aman dan terkendali.

“Sampai saat ini Kamtibmas tetap terjaga dengan baik,”ucapnya.

Sementara itu stok kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadhan memadai sampai lebaran.
Pihaknya juga telah melaksanakan pasar murah, yang menjual barang kebutuhan pokok dengan harga yang murah dan terjangkau.
“Saya mengajak basudara muslim di daerah ini untuk menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya agar kita dapat memaknai hikmah ibadah puasa ini dalam rangka pembentukan karakter diri peradaban bangsa ini,”ucapnya.

Sementara itu, Ustad Moh Atatmimi dalam tausyah-nya mengatakan, sebagai umat beragama kita diajarkan untuk saling menebar damai satu sama lain. Dalam ajaran Kristen ada kasih sayang, sedangkan di dalam ajaran Islam ada rahmat, yang kedua memiliki.makna yang sama.
“Untuk itu kita harus menjaga persatuan unsur umat beragama. Dan ini adalah makna hakiki dari ajaran Allah SWT,”tuturnya.

Menurutnya, terkadang orang memaknai taqwa adalah hubungan dengan Allah, yang mempunyai dimensi spiritual. Dengan menjaga hubungan baik dengan Allah dan jalankan perintah dan jauhi larangannya

Dijelaskan, dalam ibadah puasa ini adalah menahan lahiriah diri dari makan dan minuman. Namun secara dimensi spiritual dari ibadah puasa ini adalah menjaga seluruh anggota eksekutif, tubuh kita yakni mata, telinga, tangan, kaki, perut, kemaluan.
“Itulah sesunguhnya dimensi spiritual dan sosial dari puasa itu dan yang jadi ajaranya adalah hati,”kata Atamimi. (it-01)

Comments

comments

Terkait

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.