Daerah Maluku 

Walikota Letakan Batu Pertama, Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Mulai Dikerjakan

Ambon, indonesiatimur.co – Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, secara resmi meletakan batu pertama tanda dimulainya pekerjaan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di Kawasan Wainitu, Waihaong, dan Silale, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Wainitu, Jumat (03/09/2021).

Walikota dalam sambutannya menjelaskan, pekerjaan peningkatan kualitas permukiman kumuh, merupakan wujud dari dari keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam menyelesaikan permasalahan kumuh yang terjadi di kota ini.

“Pembangunan dan pengembangan kawasan perkotaan diwujudkan melalui peningkatan kualitas permukiman kumuh, pencegahan tumbuh kembangnya permukiman kumuh baru, dan penghidupan yang berkelanjutan. Ini merupakan komitmen dari pemerintah di bawah Presiden RI Joko Widodo, supaya tidak boleh ada rakyat yang tinggal di permukiman kumuh,” ujarnya.

Dikatakan, berbagai upaya penanganan kumuh telah dilakukan oleh Pemerintah, salah satunya adalah Program Kotaku, yang diharapkan dapat menjadi platform kolaborasi dalam penanganan kumuh. Program peningkatan kualitas dan pencegahan timbulnya kumuh baru, dilakukan bukan hanya lewat kegiatan skala lingkungan, tetapi juga lewat peningkatan kualitas permukiman kumuh skala kawasan, seperti yang saat ini akan dilaksanakan di Kawasan Wainitu.

“Sebagaimana RTP Wainitu yang menjadi bagian dari program peningkatan kualitas permukiman kumuh telah diresmikan pada 2019 oleh Menteri Keuangan, tetapi pengelolaannya baru saya tahu diserahkan kepada Pemkot Ambon, sehingga perlu pemeliharaan terhadap berbagai fasilitas pendukung seperti taman, peneragan jalan umum (PJU), jaringan Wifi, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Dikatakan Walikota, dalam proses pekerjaan infrastruktur ini ada masyarakat yang harus terdampak, baik lahan maupun asset lainnya. Sehingga, Pemkot Ambon harus memberi kompensasi bagi warga terdampak dan tidak menutup mata terhadap dampak yang ditimbulkan. Bukan itu saja, Pemkot melalui APBD dalam tahun ini telah menaganggarkan proyek perubahan fasat, dengan membalikan rumah penduduk di pantai Wainitu sehingga menghadap ke laut.

“Seharusnya ada 23 rumah yang kita kerjakan tetapi karena refocusing anggaran maka hanya 17 rumah yang terealisasi,” ujarnya.

Kepada warga Wainitu, walikota berharap agar pekerjaan infrastruktur Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh ini dapat diawasi bersama karena proyek ini untuk kepentingan warga sendiri.

“Jika kawasan ini menjadi indah bukan tidak mungkin ada banyak event tingkat kota yang kita selenggarakan disini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana permukiman Wilayah Provinsi Maluku, Abdul Halil Kastela, dalam laporannya menyampaikan bahwa pekerjaan infrastruktur Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di Kawasan Wainitu yang masuk dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) telah dimulai sejak 2018 dengan pembiayaan dari Bank Dunia. Pembangunannya dilaksanakan dalam skala lingkungan, yang melibatkan masyarakat, maupun skala kawasan.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas (Kadis) Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Ambon, Rustam Simanjuntak, mengakui pekerjaan Infrastruktur Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh, yang peletakan batu pertamanya dilaksanakan hari ini, akan dikerjakan PT. Nailaka Indah sebagai pemenang lelang, dengan nilai kontrak Rp.11,5 Milyar.

“Sesuai dengan perencanaan teknis yang telah dibuat, berbagai sarana dan prasarana yang akan dibangun antara lain;pekerjaan jalan di belakang RTP dengan panjang 378 Meter, Pekerjaan Drainase (385 Meter), Pekerjaan drainase dan trotoar di Waihaong – Silale (1.279 Meter), Pekerjaan jembatan kayu (103 Meter), Pekerjaan trotoar Christiani Centre (300 Meter), serta pekerjaan-pekerjaan pendukung lainnya, seperti PJU dan sarana penunjang RTP,” pungkas Kadis. (MCAMBON/it-02)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.