DaerahMaluku

Pesan Cinta Empat Yubilaris Dari Tanimbar, Melalui Syukuran 20 Tahun Imamat

Saumlaki, indonesiatimur.co

Perayaan pesta syukur 20 tahun imamat empat orang Yubilaris, yakni RD. Januaris Oratmangun, Pr, RD. Cornelis Selarat, Pr, RD. Innocentius Ngutra, Pr, dan RD. Agustinus Arbol, Pr, berlangsung hikmad dan meriah. Diawali dengan misa syukur yang dipimpin langsung oleh Yubilaris RD. Agustinus Arbol, Pr di Gereja St. Maria Assunta, Desa Lorwembun, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Rabu (06/10/2021) malam kemarin.

Setiap umat yang turut membagi rasa syukur dalam perayaan misa tersebut, tetap memperhatikan protokol kesehatan, dengan menjaga jarak, cuci tangan sebelum memasuki lokasi kegiatan dan wajib bermasker. Hadir dalam acara tersebut Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon, beserta Istri Ny. Joice Pentury/Fatlolon, dan para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Dalam sambutannya, Bupati Fatlolon, menyampaikan proficiat karena telah menjalankan panggilan imamat selama 20 tahun ini. Selama masa berkarya di Maluku, termasuk Tanimbar, kata Bupati, telah banyak hal besar yang diukir.

“Atas nama Pemda, patut kami sampaikan terima kasih dan penghargaan atas dukungan doa serta karya-karya yang telah disumbangkan dari mereka. Kami percaya, mereka akan terus mengabdi dan melayani dengan tulus iklas,” tandasnya.

Lanjut Bupati Fatlolon, Waktu 20 tahun bukan waktu yang singkat dalam menjalankan pengabdian. Begitu banyak ujian yang dilalui oleh sang Yubilaris untuk memetik hasilnya pada hari ini. Bupati melanjutkan menjadi seorang Imam Katolik berarti menjadi orang yang dikukuhkan secara khusus melalui thabisan untuk menjadi pelayan Gereja dan membaktikan diri sebagai citra Kristus dengan pengamalan apostolik di tengah umat saat ini.

“Kiranya momentum hari ini semakin meneguhkan hati, tekad dan semangat para Yubilaris untuk terus menjalani kehidupan imamat dengan kesetiaan yang utuh, dalam karya pengabdian yang penuh pengorbanan dan pengingkaran diri,” ucap Fatlolon.

Sementara itu, dalam Homilinya, RD. Innocentius Ngutra, mengungkapkan rasa syukur mereka atas 20 tahun hidup selibat. Tantangan terberat saat malam jelang pagi diawal tahun 2001, saat mereka akan dithabiskan di Pantai Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, tempat dimana darah para Martir dikucurkan karena iman akan Allah dan Yesus Kristus.

“Saat mau thabisan, terjadi konflik sangat dahsyat, karena ada desakan kuat dari berbagai pihak, baik kaum pastor maupun awam yang menuntut dan desak Uskup Amboina Mgr. PC Mandagi, MSC, agar tidak boleh menthabiskan kami. Tapi Uskup tegaskan tetap melantik kita dan ternyata semua aman saja sampai sekarang. Hari ini kita ada disini, bukan karena hebat kami, bukan karena kami pintar, kami Kudus, tetapi syukuran hari ini adalah Allah itu setia dan kami balas itu dengan tetap menjadi imam,” ungkapnya.

Ungkapan cinta juga datang dari RD. Januaris Oratmangun, Pr. Mewakili ketiga rekannya, Pater Jan ini berkata, dalam perjalan panjang ini, mereka telah mengalami macam-macam badai dan tantangan. Banyak bertabur duri, tetapi mereka tidak takut, mereka tetap maju. Sebab mereka yakin, Tuhan memanggil mereka bukan karena Tuhan membutuhkan mereka, tetapi untuk bersyukur dengan Tuhan, Imam adalah pewarta yang berharga di hati Yesus. Dan inilah rahasia kegembiraan sang Imam.

“Sebab karya-karya mereka akan menyelamatkan banyak jiwa. Kami sadari, kami tidak bisa buat apa-apa. Tetapi dengan Yesus, segalanya dilengkapi. Kami percaya, ketika membuat hati kami sebagai rumah kediaman cintaNya, maka itu akan menjadi surga, karena Allah akan ada disana. Percayalah, Rahmat Allah tidak akan berkekurangan,” tandasnya. (it-03)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.